BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Baru-baru ini TikTok dan YouTube diramaikan oleh isu mengejutkan mengenai Rendi Bragi. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @putra.lampung2, disebutkan bahwa Rendi telah menikah sesama jenis di Amerika Serikat.
Narasi dalam video itu bahkan menyisipkan tangkapan layar dari sebuah portal berita yang menampilkan pernyataan Rendi mengenai isu pernikahan sesama jenis di Negeri Paman Sam.
Video ini pun langsung mengundang perhatian netizen. Kolom komentarnya dibanjiri berbagai pertanyaan dan asumsi. Banyak netizen yang langsung percaya tanpa menyaring informasi lebih dalam, bahkan ada yang menelan mentah-mentah kabar tersebut.
Namun, benarkah Rendi Bragi telah menikah sesama jenis di Amerika? Yuk, kita lihat faktanya!
Baca Juga:
CEK FAKTA: Mia Khalifa Dianugerahi Légion d’Honneur oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron
Klarifikasi Fakta
Faktanya, kabar tersebut tidak benar. Hingga saat ini, Rendi Bragi diketahui belum pernah menikah maupun menunjukkan siapa pasangannya ke publik. Jadi, isu pernikahan sesama jenis yang dikaitkan dengannya jelas keliru.
Sumber dari video viral itu ternyata adalah sebuah artikel lama dari portal Kompas yang terbit pada tahun 2015. Dalam artikel tersebut, Rendi memang dimintai pendapatnya mengenai legalitas pernikahan sesama jenis di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat yang disahkan pada 26 Juni 2015.
Namun, pernyataan Rendi saat itu bersifat umum, bukan pengakuan pribadi. Ia justru menekankan bahwa isu tersebut tidak relevan untuk terlalu dibesar-besarkan, karena itu terjadi di luar negeri.
“Kalau saya sih mikirnya, di sana di sana, di sini di sini. Ngapain kita menghebohkan, mikirin sesuatu yang ada di sana, mending mikirin yang ada di sini,” tutur Rendi.
Sayangnya, kutipan tersebut diambil di luar konteks oleh akun TikTok tersebut, sehingga menimbulkan salah persepsi di kalangan netizen. Potongan informasi yang tidak utuh ini kemudian menimbulkan kegaduhan yang tak perlu.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya berpikir kritis di era media sosial. Banyak konten viral yang ternyata hanya cuplikan atau manipulasi dari fakta yang sebenarnya. Sebelum menyebarkan informasi, pastikan sumbernya kredibel dan tidak sekadar sensasi.
(Hafidah Rismayanti/Aak)











