CEK FAKTA: Warung Soto di Wonosobo Gunakan Mayat sebagai Bahan Masakan

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Isu mengejutkan beredar luas di media sosial dan YouTube yang menyebut seorang pemilik warung soto di Wonosobo, Jawa Tengah, menggunakan bagian tubuh manusia sebagai bahan baku jualannya.

Kabar ini sontak membuat publik heboh dan resah, terutama setelah konten berjudul “Wonosobo Gempar: Pemilik Warung Masak Mayat Mahasiswi, Jual Soto Selama Dua Bulan Tanpa Diketahui” viral dengan ratusan ribu penonton.

Penjelasan Fakta

Setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar alias hoaks. Konten yang beredar pertama kali di sebuah kanal YouTube pada pertengahan Agustus 2025 itu ternyata merupakan cerita fiktif belaka.

Pemilik kanal secara terang-terangan menuliskan catatan bahwa videonya menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Ilustrasi yang memperlihatkan seorang pria diborgol di depan lemari pendingin berisi daging juga bukan bukti nyata, melainkan hasil manipulasi visual berbasis AI.

“Catatan: Konten dibuat dengan bantuan AI, dan bertujuan untuk berbagi kisah nyata yang bisa menginspirasi dan menemani hari-hari Anda,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Tidak ada satu pun informasi resmi dari kepolisian atau instansi pemerintah yang membenarkan adanya kasus soto berbahan mayat di Wonosobo.

Baca Juga:

CEK FAKTA: ART Ahmad Sahroni Luka Parah Saat Penjarahan Rumah

CEK FAKTA: Alat Bantu Seks ‘Black Mamba’ Ditemukan di Rumah Ahmad Sahroni

Klarifikasi Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan tegas membantah isu ini. Melalui akun media sosial resminya, Pemkab menyatakan kabar “soto mayat” hanyalah hoaks yang berpotensi merugikan pedagang serta mencemarkan citra daerah.

“Hoaks ini merugikan pedagang dan mencemarkan citra daerah,” demikian pernyataan resmi Pemkab Wonosobo.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, juga menyerukan agar masyarakat lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di internet.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah di tengah situasi nasional yang sedang tidak stabil.

Berdasarkan penelusuran, klaim adanya penjual soto di Wonosobo yang menggunakan mayat sebagai bahan masakan adalah palsu.

Narasi tersebut murni fiksi yang dikemas seolah-olah nyata dengan ilustrasi AI. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada kabar sensasional tanpa verifikasi.

(Hafidah Rismayanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Dirut Sritex Iwan Lukminto Ditangkap di Solo

3

Cara Tepat Atasi Face ID di iPhone yang Tidak Berfungsi

4

Philips 9000 Series, Powerbank Canggih dengan Daya Monster

5

Fakta Menarik Film Joker: Folie à Deux, Cek Sebelum Nonton!
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg