BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mantan pebalap Formula 1, David Coulthard, memberikan pandangannya tentang siapa yang lebih menonjol di antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton, bukan dari segi rekor semata, tetapi dari karakter dan mental di lintasan.
Dalam episode terbaru Red Flags Podcast, Coulthard menyusun daftar juara dunia F1 sepanjang masa dengan format gugur. Saat dihadapkan pada semifinal antara Verstappen dan Hamilton, ia memilih Max Verstappen. Menurutnya, keputusan itu lebih banyak dipengaruhi oleh evolusi karakter pebalap daripada statistik murni.
“Saya memilih Max. Setiap generasi harus berkembang dan melampaui generasi sebelumnya. Hamilton jelas luar biasa, tapi Max menunjukkan cara baru dalam mengelola tekanan dan tetap konsisten dengan dirinya sendiri,” ujar Coulthard, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Coulthard menyoroti sisi emosional dan kepemimpinan Verstappen. Pebalap Belanda itu, menurutnya, selalu transparan dalam ekspresi di lintasan dan media.
“Max terlihat apa adanya. Ketika dia senang, itu jelas. Ketika kecewa, dia juga tidak menutupinya. Dia bertanggung jawab atas apa yang dia yakini,” kata Coulthard.
Baca Juga:
Max Verstappen Buka Suara soal Rumor Kepindahan ke Mercedes
Sebaliknya, Hamilton dinilai sudah melewati puncak performanya. Coulthard menyinggung masa terakhir Hamilton bersama Mercedes dan debutnya di Ferrari, menilai bahwa pengaruh dominasi Hamilton sekarang tidak sekuat sebelumnya.
Verstappen, menurut mantan pebalap Skotlandia itu, masih berada dalam fase perkembangan. Dengan empat gelar juara dunia, ia masih menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya tergali, sementara Hamilton, meski sejajar dengan Michael Schumacher dalam tujuh gelar dunia, kini lebih banyak mengandalkan pengalaman daripada evolusi performa.
Meski memilih Verstappen atas Hamilton dalam peringkat pribadi, Coulthard tetap menegaskan rasa hormatnya kepada pebalap Inggris itu. Dalam partai final daftar juara dunia versi Coulthard, Verstappen akhirnya kalah dari Ayrton Senna, yang dinobatkan sebagai pebalap terbaik sepanjang masa.
Menurut Coulthard, inti penilaian F1 tetap sederhana.
“Hanya ada stopwatch dan bendera finis. Hasil di lintasan yang menentukan siapa juara, sisanya hanyalah opini,” tukasnya.
Dengan perspektif ini, Coulthard menekankan bahwa mental dan karakter menjadi faktor pembeda utama antara Verstappen dan Hamilton di era modern F1, bukan hanya gelar atau statistik.










