BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara pengibaran bendera di Istana Merdeka, Jakarta. Acara ini merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-80 RI.
Pada upacara peringatan HUT ke-80 RI ini, Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik dengan penampilannya yang mengenakan baju adat Demang bernuansa putih gading dan Kain Ujung Serong khas Betawi.
Busana ini bukan hanya sekadar pakaian tradisional, tetapi sarat makna dan filosofi yang dalam. Berikut informasinya.
Makna Baju Demang Betawi
1. Simbol Kekuasaan
Pada masa lalu, Baju Demang hanya digunakan oleh demang dan bangsawan Betawi, yang memiliki kedudukan tinggi dalam masyarakat.
Demang sendiri adalah pejabat lokal di era kolonial Belanda yang diberi wewenang mengatur pajak dan memiliki kuasa besar. Karena itu, busana ini mencerminkan kekuatan, wibawa, dan kehormatan.
2. Identitas Budaya Betawi
Baju Demang merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Betawi. Pemakaian busana ini oleh Presiden Prabowo dalam acara kenegaraan HUT ke-80 RI menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal sekaligus pengingat bahwa Betawi adalah tuan rumah dari ibu kota negara.
3. Filosofi Kesederhanaan dan Elegansi
Meski sarat simbol kewibawaan, Baju Demang juga mencerminkan kesederhanaan dalam keanggunan.
Paduan jas putih dengan Kain Ujung Serong bernuansa emas dan merah yang dikenakan Prabowo menggambarkan keseimbangan antara kemurnian, kejayaan, dan semangat perjuangan bangsa.
Baca Juga:
Profil Pemimpin Upacara HUT ke-80 RI, Kolonel Amril Hairuman
Meriahkan HUT ke-80 RI, Warga Padati KRL dengan Nuansa Merah Putih dan Nikmati Tarif Spesial Rp80
4. Pesan Persatuan
Ketika Presiden mengenakan pakaian adat, hal itu mengandung pesan bahwa budaya dari berbagai daerah di Indonesia adalah milik bersama.
Dengan tampil mengenakan Baju Demang, Prabowo ingin menunjukkan bahwa budaya Betawi merupakan bagian dari Nusantara yang turut memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman.
(Anisa Kholifatul Jannah)











