JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Remake Descendants of the Sun versi Indonesia belum tayang, tapi panasnya sudah terasa. Di tengah rumor Reza Rahadian sebagai pemeran utama, banyak netizen justru mendorong nama Herjunot Ali sebagai sosok yang dianggap lebih cocok menjadi Kapten Yoo Si Jin.
Sosial media pun ramai, dan Junot akhirnya memilih buka suara.
DM Dibanjiri Permintaan Jadi Kapten Yoo
Herjunot mengaku selama dua hari terakhir akun Instagram-nya dibombardir pesan dari netizen. Isinya nyaris sama: meminta dirinya mengambil peran ikonik tersebut.
“DM gue dari dua hari kemarin dibombardir sama netizen…”
Namun ia menanggapi situasi itu dengan santai, bahkan menyelipkan candaan soal “Kapten Uruguay” yang merujuk pada salah sebut karakter Kapten Yoo.
Jangan Nilai Casting dari Jaket Tentara
Di balik candaan itu, Herjunot menyampaikan poin penting soal kecocokan peran tak bisa diukur hanya dari tampilan luar.
Menurutnya, melihat seseorang memakai jaket tentara lalu langsung dianggap pas memerankan karakter militer adalah penilaian yang terlalu dangkal.
Pesannya jelas yaitu akting bukan lomba kostum.
Polemik Casting Itu Hal Lama
Herjunot menilai perdebatan soal siapa yang pantas memerankan karakter tertentu adalah hal klasik di industri film, terutama untuk karya adaptasi yang sudah punya basis penggemar kuat.
Ekspektasi penonton tinggi, nostalgia besar, dan opini liar selalu datang satu paket.
Baginya, ini bukan kejadian baru—hanya babak baru dari pola lama.
Dulu Juga Banyak yang Tak Setuju
Junot lalu menyinggung perjalanan kariernya sendiri. Saat membintangi film seperti 5 cm hingga Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, ia mengaku sempat diragukan banyak orang.
Namun saat film dirilis, penonton tetap datang ke bioskop.
Sindiran halusnya terasa: kritik paling keras sering datang sebelum orang melihat hasil akhirnya.
Baca Juga:
Hanung Bramantyo Garap Descendants of the Sun Indonesia, Netizen Langsung Ribut!
Di akhir tanggapannya, Herjunot mengajak publik untuk lebih dewasa dalam menyikapi proyek adaptasi.
Ia meminta netizen menunggu sampai karya benar-benar selesai dan tayang, lalu menilai berdasarkan hasil, bukan prasangka.
“Kita lihat aja hasil akhirnya.”
Kalimat sederhana, tapi telak. Karena di era komentar cepat, kesabaran justru jadi barang langka.
(Dist)











