BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Duel tinju kelas berat antara Jake Paul dan mantan juara dunia Anthony Joshua akhirnya resmi diumumkan dan akan digelar di Kaseya Center, Miami, Florida, pada 19 Desember 2025. Tidak seperti rumor sebelumnya, pertarungan ini bukan laga eksibisi, melainkan pertandingan profesional penuh.
Keputusan tersebut langsung memantik euforia, sekaligus kekhawatiran banyak pihak. Status laga profesional membuka ruang bagi Joshua untuk benar-benar “menjatuhkan” Paul, sesuatu yang diyakini publik termasuk Presiden UFC, Dana White sangat mungkin terjadi jika pukulan petinju Inggris itu mengenai sasaran.
Most Valuable Promotions (MVP) pun merilis poster resmi perdana untuk mempromosikan duel yang akan disiarkan melalui Netflix. Poster itu menjadi pembuka dari rangkaian promosi besar yang diperkirakan menggulir dalam beberapa minggu ke depan. Meski begitu, sejumlah penggemar menilai desain awal tersebut masih perlu koreksi sebelum naik produksi massal, demi menghindari “penghakiman” warganet.
BACA JUGA:
Jadi Target Islam Makhachev di UFC 322, Kamaru Usman: Dia Hampir Tanpa Celah
Jadi Juara Dua Divisi UFC, Islam Makhachev Incar Kamaru Usman
Paul datang dengan modal enam kemenangan beruntun, termasuk kemenangan angka mutlak atas Julio Cesar Chavez Jr. awal tahun ini. Ia sejatinya dijadwalkan menghadapi juara kelas ringan WBA, Gervonta “Tank” Davis, namun rencana itu batal karena persoalan hukum sang juara. Alhasil, Paul beralih dari menghadapi lawan terkecil dalam kariernya menjadi lawan terbesar secara harfiah.
Sementara itu, Joshua terakhir kali tampil pada September 2024 ketika ia kalah KO dari Daniel Dubois. Kekalahan tersebut menghentikan empat kemenangan beruntunnya, termasuk kemenangan KO yang impresif atas mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou. Catatan itu pula yang membuat Paul berani menyatakan bahwa Joshua “tidak punya dagu”, komentar yang memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar.
Kini, publik menunggu apakah duel ini benar-benar akan menjadi momen pembuktian bagi Paul bahkan jika hasilnya tidak berpihak padanya. Banyak yang menilai ini adalah ujian terbesar dalam kariernya, sekaligus titik balik bagi perjalanan tinjunya.
(Haqi/Dist)











