JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Kabar duka menyelimuti industri musik rock Indonesia. Ecky Lamoh, salah satu vokalis legendaris yang pernah mengisi line-up band Edane, meninggal dunia pada usia 64 tahun.
Informasi kepergian sang musisi diumumkan secara langsung melalui akun Instagram resmi Edane pada Minggu (30/11/2025).
Pengumuman tersebut tampil sederhana, berlatar hitam, namun sarat kesedihan. Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa Ecky mengembuskan napas terakhir di Yogyakarta setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito. Detik-detik kepergiannya pun turut disampaikan secara rinci.
“Selamat jalan kawan kami Eki Lamoh. Yogyakarta, Minggu 30 November 2025. Detak jantung berhenti jam 2.11, dinyatakan meninggal oleh dokter jam 2.15 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta,” Tulis Edane.
Unggahan itu juga menambahkan bahwa jenazah Ecky disemayamkan di Rumah Duka RS Panti Rapih Yogyakarta. Sebuah emotikon bunga mawar turut disertakan sebagai simbol penghormatan terakhir bagi sosok yang turut mewarnai perjalanan Edane pada era 90-an dan awal 2000-an.
Tak hanya Edane, sejumlah rekan musisi lain ikut menyampaikan belasungkawa. Salah satunya datang dari penyanyi sekaligus pengajar vokal, Doddy Katamsi. Melalui akun Instagram terverifikasinya, Doddy mengunggah potret Ecky Lamoh dengan pesan penuh kehangatan.
“Telah meninggal dunia sahabat kita Ecky Lamoh tadi pagi jam 2.15 di RS Sarjito Jogjakarta. Rest in peace, Ecky Lamoh,” tulis Doddy dalam caption yang membuat banyak penggemarnya ikut berduka.
Sejumlah musisi lain seperti Ratna Listy hingga gitaris virtuoso Balawan juga menuliskan ucapan belasungkawa. Mereka mengenang Ecky sebagai sosok dengan karakter vokal kuat, ramah, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap musik rock.
Hingga berita ini ditayangkan, keluarga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya Ecky Lamoh.
Baca Juga:
Ucapan Duka dan Doa Banjiri Instagram Istri Gary Iskak, Usai Sang Aktor Meninggal
Kronologi Kecelakaan Gary Iskak, Polisi: Tak Ada Pengaruh Alkohol
Meski demikian, publik sempat mengetahui kondisi kesehatan Ecky beberapa waktu sebelumnya. Pada 20 November 2025, Edane mengumumkan pembukaan donasi untuk membantu biaya perawatan sang mantan vokalis.
“Mohon doanya untuk kesembuhan kawan kita, Eki Lamoh, yang sedang sakit. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan memulihkan kondisi beliau,” tulis Edane saat itu.
Penggalangan donasi itu sempat mendapat dukungan luas dari para penggemar musik rock. Mereka berharap Ecky bisa pulih dan kembali berkarya. Namun takdir berkata lain, dan mendiang akhirnya berpulang setelah berjuang melawan penyakitnya.
Kepergian Ecky Lamoh meninggalkan jejak mendalam bagi publik musik Indonesia. Sosoknya dikenal lewat karakter vokal yang khas, attitude panggung yang kuat, dan kontribusinya dalam memperkaya warna musik rock Tanah Air. Meskipun tak lagi bersama Edane dalam formasi terbaru, warisan musikalnya tetap melekat pada ingatan para penggemar.
(Dist)