JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan program Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja dan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Ia menyebut, bahwa Prabowo Subianto menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih hingga 2029.
Zulhas menjelaskan, setiap koperasi desa diperkirakan menyerap minimal 20 pekerja langsung. Dengan asumsi tersebut, total penyerapan tenaga kerja dapat mencapai jutaan orang.
“Rata-rata satu koperasi desa Merah Putih akan menyeret tenaga kerja langsung sekitar 20 orang. Jadi kalau 80.000 koperasi terbangun, dia akan menyeret tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta,” ujar Zulhas, dikutip Minggu (15/2/2025).
Efek Berganda dari Mitra Usaha
Zulhas menekankan angka tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang tercipta dari ekosistem koperasi.
Beberapa sektor yang berpotensi terdampak antara lain:
- peternak
- usaha penggemukan ayam
- pembudidaya bioflok
- petani sayur dan buah
- pelaku UMKM desa
Dengan keterlibatan berbagai mitra, dampak ekonomi Kopdes Merah Putih diperkirakan jauh lebih luas dibandingkan penyerapan tenaga kerja langsung.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Selain membuka lapangan kerja, program ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.
Zulhas mencontohkan implementasi koperasi di wilayah Bantul yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi desa hingga 11–12 persen. Angka ini menunjukkan koperasi desa dapat menjadi instrumen efektif penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Pangkas Rantai Pasok yang Panjang
Salah satu masalah utama sektor pangan saat ini adalah rantai distribusi yang terlalu panjang dan tidak efisien.
Selama ini alur distribusi berjalan dari:
produsen → distributor → agen → pengecer → konsumen
Kondisi tersebut sering membuat petani menerima harga rendah dan konsumen membayar lebih mahal.
Melalui Kopdes Merah Putih, hasil produksi desa akan langsung ditampung koperasi, lalu disalurkan ke pasar yang lebih luas. Skema ini diharapkan menciptakan harga yang lebih adil bagi produsen sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga:
Danantara Pangkas 1.067 BUMN Jadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Eks Direktur PT DSI Ditahan Bareskrim, 3 Bos Skandal Dana Syariah Masuk Rutan!
Menuju Pusat Ekonomi Baru di Desa
Pemerintah menargetkan setiap desa memiliki pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui koperasi. Zulhas optimistis program ini akan membuka peluang besar bagi masyarakat desa, baik dari sisi pekerjaan maupun peningkatan kesejahteraan.
“Indonesia tidak mungkin terang hanya satu obor di Monas. Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan tumbuh di setiap desa,” tutup Zulhas.
(Dist)











