BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan apresiasinya terhadap berbagai program prioritas pemerintahan kabinet Merah Putih. Menurutnya, program-program tersebut bukan hanya berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Namun, di balik manfaat yang luas, Farhan mengaku terdapat tantangan teknis yang signifikan. Skala program nasional yang masif menuntut pemerintah daerah untuk bergerak cepat, beradaptasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Program Pak Prabowo dan Pak Gibran sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Tapi bagi pemerintah daerah seperti kami, memang ada rasa kaget. Skalanya besar dan menuntut penyesuaian cepat,” kata Farhan, Sabtu (15/11/2025).
Farhan mengatakan, program Sekolah Rakyat memaksa Pemkot Bandung untuk memikirkan ulang pendekatan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini tidak terjangkau sekolah formal. Menurutnya, program ini membuka ruang inklusi yang lebih luas, namun juga membutuhkan kesiapan fasilitas dan tenaga pendidik tambahan.
Baca Juga:
Museum Bandung Jadi Tempat Pameran Foto Perjalanan Pemerintah Presiden Prabowo-Gibran
PKS Gaungkan Astacita Prabowo-Gibran: Kritisi untuk Memperbaiki
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut Farhan sebagai terobosan besar dalam pemerataan gizi anak. Meski begitu, pelaksanaannya menghadirkan tantangan logistik dan operasional.
“Di balik MBG ada manajemen besar yang harus kami kelola: distribusi bahan pangan, dapur skala masif, sampai urusan manajemen sampah yang juga masif,” ucapnya.
Farhan menilai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai instrumen penting untuk membaca efektivitas layanan kesehatan di daerah. Melalui program ini, pemerintah dapat mengetahui titik-titik ketidaksesuaian antara layanan yang tersedia dan kebutuhan masyarakat.
“Kita sering bertanya, kenapa layanan kesehatan sudah baik tapi klaim BPJS atau UHC masih tinggi? Dengan CKG, kita bisa melihat mismatch-nya,” ujarnya.
Pemkot Bandung bahkan menjadikan CKG sebagai platform skrining TBC untuk mempercepat deteksi dini penyakit tersebut.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi pemerintah daerah adalah menjalankan seluruh program tersebut secara bersamaan. Implementasi masif dan simultan memerlukan perencanaan matang serta kedisiplinan operasional.
“Yang paling sulit adalah bagaimana kita kick-off bersama. Program-program ini berjalan bersamaan dan butuh koordinasi serta kesiapan lapangan yang tinggi,” tegasnya.
Meski demikian, Farhan tetap optimistis Pemkot Bandung mampu menyesuaikan diri dan melaksanakan program-program nasional tersebut dengan baik.
“Tantangan besar justru membuat kita belajar banyak. Ini menarik untuk dikerjakan bersama,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











