BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan memperketat pengawasan terhadap seluruh proses pembangunan gedung publik di wilayahnya.
Pernyataan ini disampaikan Farhan saat meninjau kegiatan Siskambling Bencana di Kantor Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Selasa (7/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Farhan juga membahas sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut. Ia menyoroti kepadatan hunian di kawasan RW 4 yang sebagian besar merupakan bangunan komersial dan rumah kontrakan.
“Satu rumah bisa enam sampai delapan orang, bahkan ada yang sampai sepuluh orang. Jadi kepadatan ini lumayan rawan,” ujar Farhan.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Farhan mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tingkat kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah sudah sangat tinggi.
Ia juga menyebut wilayah Lingkar Selatan telah mencapai status Zero ODF (Open Defecation Free) dengan 100 persen septic tank yang telah terkelola dengan baik.
“Kelebihannya di sini adalah bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sudah sangat tinggi. Alhamdulillah layanan air bersih juga terbaik, dan sudah betul-betul Zero ODF karena semua sudah masuk ke 100 persen septic tank,” kata Farhan.
Baca Juga:
Wali Kota Farhan Akui Masih Ada Kawasan Kumuh di Kota Bandung
Pengolehan sampah di Kota Bandung
Farhan kemudian menyinggung kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan diterapkan di Kota Bandung. Ia mengatakan pihaknya masih mempelajari dampak dan mekanisme kebijakan tersebut.
Lebih lanjut, Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung akan terus mendorong warga melakukan pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga dan RW sebagai langkah kunci mengatasi persoalan sampah.
Ia juga membuka kemungkinan untuk kembali menerbitkan surat darurat sampah guna memperkuat kesadaran masyarakat.
“Kita akan meminta seluruh warga untuk melakukan pengolahan sampah organik, itu kuncinya. Bisa jadi nanti akan diterbitkan lagi surat soal darurat sampah,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait insiden runtuhnya bangunan pesantren di Sidoarjo, Farhan memastikan bahwa Pemerintah Kota Bandung sudah menyiapkan langkah antisipatif.
“Untuk mencegah terjadinya, maka kami akan selalu mengawasi proses pembangunan. Terutama gedung-gedung publik seperti kantor, sekolah, dan tempat ibadah, sesuai dengan ketentuan tata ruang, cipta karya, dan bina konstruksi,” tegasnya saat ditemui oleh teropongmedia.id.
Ia menambahkan bahwa petugas terkait telah diperintahkan untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan.
Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi warga, Farhan berharap Bandung dapat menjadi kota yang lebih aman, bersih, dan tangguh menghadapi risiko bencana.
(Hafidah Rismayanti/Aak)











