Francesco Bagnaia Refleksi Kegagalan di MotoGP 2025: Saya Lebih Seperti Outsider

Francesco Bagnaia
Francesco Bagnaia (Foto: MotoSport).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Francesco Bagnaia mengakui bahwa musim MotoGP 2025 menjadi periode terberat dalam kariernya bersama Ducati. Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan tim pabrikan Borgo Panigale, pebalap Italia itu gagal bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.

Bagnaia menutup musim di posisi kelima klasemen akhir, hasil terburuknya sejak debut bersama Ducati. Selisih 257 poin dari juara dunia Marc Marquez bahkan sempat melebar menjadi 267 poin sebelum gelar dipastikan di Jepang. Tren positif yang sempat ia pertahankan selama empat musim, selalu finis di posisi pertama atau kedua pun akhirnya terhenti.

“Kami tidak pernah benar-benar menemukan keseimbangan untuk tampil konsisten,” ujar Bagnaia dalam podcast Supernova, dikutip Sabtu (17/1/2026).

“Saya merasa lebih seperti outsider daripada penantang gelar,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya menyadari performa yang ditunjukkan sepanjang musim masih jauh dari standar yang diharapkan.

Baca Juga:

Bagnaia Antisipasi Kebangkitan Yamaha di MotoGP 2025

Kendala teknis juga menjadi faktor utama. Karakter Ducati GP25, khususnya penggunaan ride height device, mengubah perilaku motor saat pengereman. Padahal pengereman agresif selama ini menjadi kekuatan terbesarnya.

Kesulitan di sesi kualifikasi membuatnya sering terjebak di tengah rombongan, memaksa Bagnaia menyesuaikan gaya balapnya akibat efek dirty air.

Meski menghadapi hasil mengecewakan, Bagnaia memilih melihat sisi positif. Ia menilai pengalaman musim 2025 sebagai pelajaran berharga yang bisa membantunya bangkit di musim depan.

Dengan kontrak yang akan berakhir pada akhir 2026, fokusnya kini tertuju pada pengembangan Ducati GP26 agar bisa kembali tampil kompetitif dan menemukan kembali performa terbaiknya.

Bagnaia menutup refleksinya dengan keyakinan bahwa kesulitan tahun ini bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar, beradaptasi, dan kembali menantang gelar juara dunia di masa depan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

5 Rekomendasi Tumbler EIGER: Stylish, Praktis, dan Ramah Lingkungan

2

Kejutan Suzuki Hadirkan Mobil Listrik, Ini Bocorannya

3

6 Rekomendasi Tablet Unggulan Sepanjang Tahun 2024

4

Sinopsis Film Bajaj Bajuri, Pernah Dibintangi Mat Solar

5

Windows 10 Tetap Jadi Favorit, Meski Microsoft Akan Hentikan Dukungannya
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg