BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Harapan Mercedes untuk membajak Max Verstappen dari Red Bull Racing akhirnya kandas. Setelah sempat digadang-gadang bakal menjadi “transfer besar abad ini”, upaya Prinsipal Mercedes Toto Wolff untuk menggoda juara dunia empat kali itu berakhir tanpa hasil. Kini, Mercedes memilih langkah realistis, mempercayakan masa depan tim kepada duet George Russell dan Kimi Antonelli untuk menghadapi era baru Formula 1 musim 2026.
Rumor mengenai pendekatan Wolff terhadap Verstappen sempat ramai di awal musim. Ketegangan internal di Red Bull, yang melibatkan isu politik tim dan masa depan Christian Horner, membuat Mercedes melihat peluang emas. Wolff disebut sudah menyiapkan strategi dan kontrak jangka panjang untuk meyakinkan Verstappen agar hengkang dari Milton Keynes.
Namun rencana itu buyar setelah Verstappen menegaskan kesetiaannya pada Red Bull dengan memperpanjang kontrak. Keputusan itu membuat Mercedes kehilangan target utama dan terpaksa menutup pintu untuk megatransfer yang sempat mereka dambakan.
“Ya, kami sempat mempertimbangkan semua opsi yang ada di pasar, termasuk Max. Tapi pada akhirnya, kami harus realistis. Kami tidak bisa membangun masa depan tim dengan menunggu sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi,” kata Wolff, melansir RacingNews365, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga:
Duo McLaren Kepung Max Verstappen, Monza Janjikan Pertarungan Panas
Kegagalan membajak Verstappen justru menjadi titik balik bagi Mercedes. Alih-alih terus mengejar sosok besar, Wolff kini fokus menumbuhkan kekuatan dari dalam tim sendiri. George Russell, yang tampil solid meski mobil W15 belum kompetitif, dan Kimi Antonelli, rookie muda yang digadang-gadang sebagai “the next big thing”, resmi menjadi andalan hingga akhir 2026.
Negosiasi kontrak Russell berjalan cukup alot karena isu Verstappen sempat mengguncang posisinya. Ia menginginkan kontrak yang lebih panjang demi stabilitas karier, sementara Wolff tetap berpegang pada format 1+1 tahun yang berbasis performa. Setelah perbincangan panjang, keduanya akhirnya sepakat untuk memperpanjang kerja sama dua musim ke depan.
Wolff menegaskan, keputusan mempertahankan Russell dan Antonelli bukan bentuk kompromi, melainkan langkah strategis menghadapi transisi besar menuju regulasi mesin dan aerodinamika 2026.
“Kami sedang membangun pondasi jangka panjang. George sudah matang, dan Kimi punya potensi luar biasa. Ini bukan soal siapa yang paling terkenal, tapi siapa yang paling lapar akan kemenangan,” ujarnya.
Kini, Mercedes memilih jalur realistis setelah gagal membajak Verstappen dari Red Bull. Tanpa superstar di kokpit, mereka bertaruh pada regenerasi dan stabilitas internal, dua hal yang diyakini Wolff akan menjadi kunci dalam mengembalikan dominasi Silver Arrows di era baru Formula 1.
(Budis)









