BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Desa Krandegan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi bagi warganya. Pada Senin (3/11/2025), desa yang terletak di Kabupaten Purworejo itu resmi memasang alat pemantau cuaca otomatis (Automatic Weather Station/AWS) di area pertanian.
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Desa Krandegan dan IPB University, dengan tujuan mendukung tata kelola desa yang adaptif terhadap perubahan iklim serta meningkatkan produktivitas pertanian berbasis teknologi.
Manfaat Langsung bagi Petani
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menjelaskan bahwa keberadaan alat ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama petani.
Melalui data cuaca yang dikumpulkan secara real-time, petani kini dapat mengetahui waktu terbaik untuk menanam, memantau potensi hujan tinggi, serta mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi hasil panen.
Alat AWS ini mampu merekam berbagai parameter penting seperti suhu udara, kelembapan, curah hujan, arah dan kecepatan angin, hingga intensitas sinar matahari.
Baca Juga:
Pemuteran Bali Masuk Daftar 52 Desa Wisata Terbaik Dunia 2025 Versi PBB
Disebut ‘Kota Hantu’ oleh Media Asing, DPR Desak OIKN Tunjukkan Capaian Kinerja!
Kolaborasi IPB University dan Pelatihan Digital
Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat IPB University yang dipimpin oleh Idung Risdianto. Selain pemasangan alat, tim IPB juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan kelompok tani mengenai cara membaca serta memanfaatkan data cuaca yang dihasilkan AWS.
Menurut Idung, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen IPB untuk membawa inovasi sains ke tingkat desa. Agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.
Data yang direkam alat AWS akan dikirim secara otomatis ke server dan terhubung dengan sistem digital desa. Masyarakat dapat memantau informasi tersebut melalui situs resmi
(Hafidah Rismayanti/)











