Gegara Tolak Isi Pertalite, Tiga Pegawai SPBU di Cipinang Kena Bogem Mentah Oknum Aparat

pegawai spbu
Ilustrasi. (dok. Tribratanews)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat setelah menolak pengisian BBM jenis Pertalite yang tidak sesuai data barcode.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa bermula saat seorang pelanggan datang mengisi Pertalite menggunakan sistem barcode. Hasil pemindaian menunjukkan nomor polisi kendaraan terdaftar, namun jenis mobil yang digunakan tidak sesuai dengan data dalam sistem.

Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas SPBU menolak pengisian Pertalite dan mengarahkan pelanggan untuk mengisi Pertamax, yang tidak menggunakan sistem barcode.

Namun, penolakan itu justru berujung pada aksi kekerasan.

Salah satu staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38), membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut.

“Iya betul, ada tiga pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat,” kata Mukhlisin, dikutip dari Antara, SElasa (24/2/2026).

Akibat insiden itu, tiga pegawai SPBU mengalami luka akibat bogem mentah. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam (staf), Lukmanul Hakim (operator), dan Abud Mahmudin (operator).

Khoirul Anam mengalami tamparan di pipi. Lukmanul Hakim dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud Mahmudin dipukul di bagian bawah mata dan pipi dekat mulut hingga giginya goyang.

“Semuanya kena pukul. Ada yang ditampar, ada yang dipukul di rahang, ada juga yang dipukul sampai giginya goyang,” ujar Mukhlisin.

Baca Juga:

Rantis Brimob Lindas Ojol, BEM SI Geruduk Polda Metro Jaya Siang Ini

Saat kejadian, satu operator sedang bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang sudah selesai kerja ikut keluar karena situasi ramai.

Aksi kekerasan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Dalam rekaman terlihat seorang pria berpakaian hitam memukul, menampar, mendorong, serta membentak pegawai SPBU yang menolak pengisian Pertalite.

Usai kejadian, ketiga korban mengalami syok dan untuk sementara diliburkan dari aktivitas kerja. Mereka tidak dirawat di rumah sakit, namun diminta beristirahat di rumah masing-masing.

“Sekarang masih syok, jadi kami istirahatkan dulu,” kata Mukhlisin.

Mukhlisin berkata tiga pegawai SPBU korban penganiayaan juga tekah resmi melaporkan kekerasan yang mereka alami ke polisi.

Tak lama setelah laporan dibuat, Propam Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi untuk meminta keterangan.

“Tadi sudah ke sini Propam Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB, minta keterangan terkait video kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) tersebut,” ujarnya.

Pihak SPBU menegaskan bahwa tindakan penolakan pengisian Pertalite dilakukan murni karena mengikuti aturan dan SOP yang berlaku, yakni kesesuaian antara barcode, nomor polisi, dan jenis kendaraan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru