LUMAJANG, TEROPONGMEDIA.ID – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Jumat pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai hingga 1.200 meter di atas puncak.
Letusan pertama terjadi pada pukul 00.32 WIB, namun tidak teramati secara visual. Meski demikian, aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Erupsi kedua berlangsung pada pukul 04.02 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebutkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat.
“Erupsi kedua terjadi pukul 04.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak,” ujar Sigit dalam laporan tertulisnya.
Baca Juga:
Waspada, Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi!
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 04.20 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 mdpl. Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu pekat dengan arah sebaran ke barat daya dan barat.
“Kemudian pada pukul 04.20 WIB, tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak,” katanya.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.47 WIB dengan karakteristik serupa, yakni tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak. Arah sebaran abu terpantau ke barat dengan intensitas tebal.
“Kemudian pukul 05.47 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.200 meter di atas puncak,” tambahnya.
Sigit menjelaskan, saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena rawan terhadap lontaran batu pijar,” tegasnya.
Selain itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan dan anak-anak sungainya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” tutup Sigit.










