BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan guru kini memiliki peran penting sebagai verifikator terakhir dalam memastikan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada anak-anak sekolah.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat keamanan pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.
“Guru diberikan edukasi agar bisa menjadi verifikator terakhir kualitas makanan sebelum sampai ke anak-anak,” kata Farhan, Kamis (25/9/2025).
Farhan menjelaskan, pengelolaan dapur MBG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, Pemkot Bandung tetap melakukan pengawasan lapangan, termasuk lewat keterlibatan para guru.
“Makanya saya berkeliling ke sekolah-sekolah untuk memastikan selain anak sekolah penerima MBG juga termasuk ibu hamil dan menyusui. Jadi keamanan makanan harus benar-benar terjaga,” ucapnya.
Baca Juga:
Persimpangan Soetta-Toha jadi Juara Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Bandung
Farhan mengingatkan, Kota Bandung pernah mengalami kasus keracunan makanan di SMP Negeri 35 pada Mei lalu. Dari pengalaman tersebut, pemerintah memperkuat sistem pengawasan pangan melalui koordinasi lintas dinas.
“Sekarang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan melakukan pemeriksaan yang sangat ketat. Salah satunya adalah menjadikan guru sebagai garda terakhir verifikasi makanan,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, Farhan optimistis kualitas dan keamanan makanan MBG akan semakin terjamin.
“Food security bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tapi juga soal keselamatan konsumennya. Itu yang terus kita jaga,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











