JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Tren mobil keluarga bermesin turbo diesel kembali meroket. Pada tahun 2025 ini, MVP legendaris Isuzu Panther dengan harganya yang menggiurkan menjadi incaran para pecinta otomotif Tanah Air.
Di balik ramainya persaingan “cumi darat” diesel, seperti Toyota Kijang Innova Diesel, Toyota Fortuner, hingga Mitsubishi Pajero Sport, Isuzu Panther masih jadi incaran.
Isuzu Panther yang sempat dijuluki “Rajanya Diesel” ini resmi berhenti diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pada 10 Februari 2021.
Mengapa Isuzu Panther Disuntik Mati?
Alasan resmi Isuzu kala itu adalah fokus pada pengembangan kendaraan komersial. Namun, faktor lain yang lebih nyata adalah kurangnya inovasi desain. Bayangkan, sejak awal 2000-an hingga 2019, tampilan Panther nyaris tidak berubah. Sementara rivalnya, Toyota dan Mitsubishi, rutin menghadirkan model baru dengan teknologi serta tampilan lebih segar.
Akibatnya, Panther pun sulit bersaing dan penjualannya terus menurun.
Harga Bekas Isuzu Panther Masih ‘Nikmat’ di 2025
Meski disuntik mati, Isuzu Panther tetap punya penggemar setia. Bahkan, harga bekasnya masih tergolong tinggi. Contohnya, model Grand Touring tahun 2018 masih dibanderol sekitar Rp 220 jutaan di pasar mobil bekas pada tahun 2025.
Harga tersebut berlaku untuk varian manual, karena Panther dengan transmisi otomatis sangat jarang, dan kalaupun ada, harganya bisa jauh lebih mahal.
Bahkan, mencari Panther otomatis di atas tahun 2010 kini bisa dibilang sulit. Sebagian besar unit yang beredar adalah manual, yang memang lebih diminati karena dianggap tangguh dan mudah dirawat.
Baca Juga:
Mesin Bandel, Nggak Mati Gaya
Sejak diperkenalkan pada 1991, Isuzu Panther terkenal sebagai MPV bandel dan irit BBM. Baik versi kendaraan penumpang maupun niaga, mesinnya sudah teruji di berbagai medan.
Generasi terakhir Panther hanya mendapat sedikit penyegaran pada 2013, sebelum akhirnya dihentikan produksinya. Walaupun begitu, ketangguhan mesinnya membuat mobil ini masih dicari di pasar mobil bekas, terutama oleh mereka yang lebih mementingkan keawetan dan efisiensi bahan bakar dibanding gaya.
Meskipun kalah pamor dari Innova Diesel dan Pajero Sport, Panther tetap punya tempat tersendiri di hati penggemarnya. Bagi sebagian orang, Panther bukan sekadar mobil, melainkan simbol keandalan dan kenangan era kejayaan diesel di Indonesia.
(Dist)










