BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan pemain Persib Bandung, Herry Kiswanto mendesak PSSI untuk menggalakan pembinaan usia muda. Herry Kiswanto sebut, ini bisa menjadi pondasi masa depan Indonesia, ketimbang meneruskan program naturalisasi.
Herry Kiswanto memandang, program naturalisasi yang dilakukan PSSI memang memberi dampak instan. Namun untuk menembus Piala Dunia, keputusan ini belum cukup untuk meningkatkan kesiapan Indonesia.
Herry Kiswanto menilai kegagalan ini seharusnya bisa menjadi momentum PSSI untuk kembali menggalakan pembinaan usia muda. Sebab, ini akan menjadi pondasi kokoh terhadap masa depan sepakbola Indonesia.
Baca Juga:
Duo Brasil Bak Tampil Tak Ada Obat Bojan Hodak Taruh Harapan Selangit di Championship Series
Posisi Top Skor David da Silva Makin Sulit Dikejar di Sisa 2 Laga Terakhir
“Tapi yang jelas dari awal memang kurang begitu setelah datangnya arus diaspora, derasnya naturalisasi, pelatih-pelatih asing, juga saya jadi agak menurun kebanggaan ke pembinaan sepakbola di Indonesia,” buka Herry Kiswanto.
Ia pun secara tegas bukan tidak menyukai keputusan PSSI untuk melakukan program naturalisasi. Namun PSSI juga perlu memikirkan ilmu lain untuk memaksimalkan peran pemain naturalisasi.
“Karena memang akhirnya merugikan para pemain lokal, merugikan kalau menurut saya, karena memang kita harus bangun diri kita sendiri, bukan saya tidak suka, tapi ilmunya kita harus dapat,” jelas pria yang akrab disapa Herkis itu.
Herkis juga memberi saran agar PSSI melanjutkan program pembinaan usia muda yang lebih ketat. Sebab, ini sudah dilakukan banyak negara-negara yanf fokus di olahraga sepakbola.
“Tapi tidak boleh langsung potong potong begitu lah, harus ada pembinaan. Karena kalau ada pembinaan yang baik, tentu akan ada hasil yang baik, prosesnya yang ada.” tutup Herkis. (RF/_Usk)











