Honda AirBlade Miliki Mesin Bertenaga, Konsumsi Bensin Tetap Hemat

(Dok Honda)
-

Tidak ada video disisipkan.

 BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Honda Vietnam merilis AirBlade 160 2025, motor matik dengan gaya sporty untuk menyaingi Yamaha Aerox di pasar domestik. Desain, spesifikasi, dan harga AirBlade 160 menunjukkan kompetitif membuatnya menarik perhatian.

Selain mesin 160 cc, motor ini terdapat varian mesin 125 bersilinder tunggal 124,8cc dengan ukuran piston 53,5 mm dan ruang kompresi 11,5:1.

Mesin Honda Honda AirBlade 160 Irit

honda airblade yamaha aerox
(Dok.Honda)

Mesin ini  setara dengan Vario 125 di pasar Indonesia. Secara maksimal motor ini mampu menggenjot tenaga sebesar 8,75 kW pada 8.500 rpm, dengan torsi puncak 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Konsumsi bahan bakar mencapai 2,14 liter per 100 km atau setara 46,7 km per liter.

BACA JUGA: Skema Kredit Terendah Honda BeAT 2024, Cicilan Ringan!

Sementara itu, AirBlade 160 terbaru lahir dari pengembangan PCX 160, mengusung mesin satu silinder berkapasitas 156,9cc dengan ruang kompresi 12:1 dan berteknologi eSP+. Secara maksimal, motor ini dapat memuntahkan tenaga  11,2 kW pada 8.000 rpm, dan torsi puncak 14,6 Nm pada 6.500 rpm. Konsumsi bahan bakar mencapai 2,19 liter per 100 km atau setara 45,6 km per liter.

Desain Honda AirBlade 160 yang sporty menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Selain itu, motor ini mempunyai bagasi yang luas dan fitur pengisian daya gadget. Namun, fitur ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanannya, mengingat beberapa kasus handphone meledak di bagasi motor.

Fitur pengisian daya di bagasi memang mengadopsi kerabat yang lainnya, seperti Honda Genio di Indonesia. Mantan Technical Division PT Astra Honda Motor, Endro Sutarno, mengungkapkan, meski berfungsi sebagai ruang penyimpanan, pemilik motor tidak bisa serta merta memasukkan segala jenis barang ke dalamnya.

Beberapa sepeda motor tertentu memang untuk mengakomodasi alat elektronik dan melakukan pengecasan di dalam, seperti Honda Genio.

Harga 

Harga Honda AirBlade 160 di Vietnam mulai dari 56,690 juta Dong Vietnam atau sekitar Rp36,498 juta. Sementara itu, AirBlade 125 dibanderol 42,700 juta Dong atau sekitar Rp27,496 juta. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan Yamaha Aerox 155 di pasar Indonesia.

Dengan konsumsi bahan bakar yang irit dan desain sporty, Honda AirBlade menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari motor matik dengan performa dan efisiensi tinggi. Meskipun ada kekhawatiran terkait fitur pengisian daya di bagasi, Honda tampaknya telah memperhitungkan aspek keamanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penggunanya.

(Saepul/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru