Ijazah Harus Dikembalikan, Ini Kata Ketua STIKOM Bandung

Ijazah Stikom Bandung
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM)Bandung, Deddy Djamaludin Malik (Rizky Iman/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung mempertanyakan terkait ijazah harus di kembalikan ke kampus, seperti diberitakan sebelumnya Stikom Bandung keluarkan Surat Keterangan (SK) pembatalan lulusan Stikom Bandung periode 2018-2023.

Menanggapi hal tersebut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung, Deddy Djamaludin Malik mengatakan, berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 17 tahun 2010 tentang plagiarisme, ada beberapa poin yang ada dalam peraturan tersebut, antara lain:

  • Teguran,
  • Peringatan Tertulis,
  • Penundaan pemberian hak mahasiswa,
  • Pembatalan nilai,
  • Pemberhentian dengan hormat atau tidak hormat dari status sebagai mahasiswa dan pembatalan ijazah.

 

Selain itu, ada juga peraturan pemerintah yang mengatur tentang minimal Satuan Kredit Semester (SKS) minimal 144 SKS dan hal itu harus sama antara perguruan tinggi dengan LLDIKTI.

Kedatangan Tim Evaluasi Kinerja Akademik

Deddy juga mengaku, pihaknya kedatangan Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) untuk meneliti kelulusan dari 2018 hingga 2023 untuk mengetahui siapa saja yang lulus tapi tidak mengikuti proses.

“Jadi misalnya setelah di test plagiarisme kan sudah menyatakan ini asli tapi setelah dilakukan oleh turnitin yang kita sewa dan akurat, ditemukan ada 45% plagiarismenya, ini ada yang harus diperbaiki yang lain tidak ada, misalnya SKS 144 sudah terpenuhi, kalau ada kekurangan di perbaiki,” kata Deddy kepada Teropongmedia, Sabtu (4/1/2025).

Ada Oknum Memberikan Nilai Tidak Sesuai

Oleh karena itu, pihaknya akan merujuk pada pangkalan data Nasional. Sebab, ada oknum yang memberikan nilai tidak sesuai dengan kinerja mahasiswa.

“Jadi kalau ditemukan beberapa aspek itu tidak terpenuhi misal SKS harusnya 144 ternyata hanya 138, atau misalkan 147 di kampus tapi di pangkalan datanya 148 nah kita akan merujuk ke pangkalan data di Nasional, karena kalau di kita bisa ada subjektivitas dan ternyata ditemukan hal tersebut adanya kejanggalan di operator kampus,” ucapnya.

Kemudian Deddy merujuk berdasarkan Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023 tentang studi yang tidak boleh melebihi 7 tahun, menurut tim EKA jika ditemukan hal tersebut dengan berbagai peraturan dari pemerintah. Maka kelulusan nya harus dibatalkan terlebih dahulu.

“Jadi kalau ditemukan maka kelulusan nya harus dibatalkan terlebih dahulu, setelah dibatalkan biasanya akan di tarik ijazahnya, dan dimohonkan nilai di pangkalan datanya di hapus dulu, setelah itu kemudian ijazah tersebut dimusnahkan dan digantikan dengan ijazah yang baru, dan kebetulan ijazah baru sekarang itu harus mencantumkan akreditasi, bukan hanya akreditasi program studi saja, tapi akreditasi lembaganya juga harus di cantumkan,” ujarnya.

Belum Mencantumkan Akreditasi Lembaga

Deddy pun mengaku, pihaknya belum mengikuti aturan terbaru dari pemerintah terkait harus mencantumkan akreditasi lembaga.

“Jadi intinya apabila hal itu tidak terpenuhi harus dibatakan ditarik ijazahnya kemudian di hapus dulu di pangkalan data baru STIKOM mempersilakan mahasiswa untuk mengikuti prosedur, yaitu memperbaiki skripsi atau memperbaiki SKS yang kurang,” katanya.

“Bukan dibatalkan keseluruhan, jadi tahap kita sekarang itu mengapa tadi dibatalkan karena kita menemukan ada yang belum lengkap, apakah itu hasil skripsi nya yang ternyata plagiarisme nya melebihi ketentuan, atau SKSnya yang kurang, jadi silahkan diperbaiki,” tambahnya.

Mempersilahkan Mahasiswa Memperbaiki Nilai 

Deddy menegaskan, bagi para mahasiswa yang ingin memperbaiki nilainya untuk memenuhi peraturan pemerintah dan di akui kelulusan nya oleh pemerintah maka pihaknya mempersilahkan untuk memperbaiki yang kurangnya tanpa harus membayar lagi.

“Tidak ada pungutan lagi, jadi kita menyadari adanya kekurangan, nah mahasiswa juga, ayolah untuk nama baik STIKOM, bahwa STIKOM itu terbuka STIKOM itu siap memperbaiki semuanya, nah kalau ada pernyataan integritas apa susahnya untuk diperbaiki, hanya itu permintaan kami, tidak usah bayar lagi, jadi ini kesalahan bersama mari kita perbaiki bersama,” ujarnya.

BACA JUGA: Stikom Bandung Batalkan 233 Lulusannya pada Periode 2018-2023

Selain itu, Deddy juga mengaku, jika tidak segera diperbaiki hingga waktu yang ditentukan oleh pemerintah hingga 6 Januari maka STIKOM akan dicabut perizinannya.

“Jadi pelaporan dokumen itu harus selesai 6 Januari batas waktunya itu perbaikan termasuk yang 233 itu, kalau melampaui izinnya dicabut, artinya kan tidak bisa mempertanggungjawabkan,” pungkasnya.

 

(Rizky Iman/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru