BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Jack Della Maddalena mulai menyusun ulang langkahnya setelah kehilangan sabuk kelas welter UFC. Ia Tidak menuntut duel ulang secara instan, petarung asal Australia itu memilih jalur realistis dengan menantang penantang teratas, Shavkat Rakhmonov, demi membuka kembali pintu menuju Islam Makhachev.
Sebagaimana diketahui, Della Maddalena harus mengakui keunggulan Islam Makhachev pada UFC 322 di Madison Square Garden, New York, 16 November 2025. Dalam laga tersebut, JDM kalah mutlak 50-45 dari tiga juri dan dipaksa melepas gelar juara kelas welter.
Meski ambisi rematch masih membara, JDM sadar bahwa jalur langsung hampir mustahil. Karena itu, ia menilai kemenangan atas sosok sekelas Rakhmonov adalah satu-satunya cara logis untuk kembali ke perebutan sabuk.
“Ya, itu akan menjadi tujuan (duel ulang dengan Islam). Itulah mengapa saya ingin melawan Shavkat. Dengan mengalahkan seseorang seperti itu, Anda akan langsung kembali ke arena perebutan gelar,” ,” ujar Della Maddalena, dikutip dari MMA Junkie, Selasa (6/1/2026).
Rakhmonov sendiri belum bertarung sepanjang 2025 akibat cedera meniskus dan robekan sebagian ACL yang dialaminya saat menghadapi Ian Machado Garry pada Desember 2024. Namun, petarung berjuluk Nomad itu dikabarkan sudah siap kembali ke oktagon tahun ini, dan JDM disebut sebagai lawan ideal untuk comeback-nya.
Dari sisi teknis, JDM juga tak menutup mata terhadap keunggulan Islam Makhachev yang menjadi momok pada pertemuan pertama mereka. Ia mengakui dominasi sang juara dalam aspek gulat dan kontrol di posisi atas.
“Jelas, kemampuan gulatnya bagus. Posisi atasnya sangat kuat, dia pandai menahan dan melakukan kuncian. Saya terjebak di sana,” aku JDM.
Jika duel melawan Rakhmonov tak terwujud, JDM sudah menyiapkan alternatif lain seperti Michael Morales atau Carlos Prates. Namun, tujuan akhirnya tetap sama: kembali berdiri di hadapan Islam Makhachev.
Baca Juga:
Jadi Juara Dua Divisi UFC, Islam Makhachev Incar Kamaru Usman
Sementara itu, Makhachev sendiri belum memastikan laga berikutnya usai merebut sabuk kelas welter. Petarung Dagestan itu telah menolak tawaran tampil di UFC 324 karena waktu persiapan yang terlalu mepet.
Islam juga mulai membuka wacana lawan berikutnya. Meski nama Michael Morales dan Carlos Prates masuk radar, ia justru menilai mantan juara Kamaru Usman sebagai tantangan paling menarik.
“Kamaru adalah yang terbesar. Petarung muda memang haus kemenangan, tapi Kamaru masih sangat berbahaya,” kata Makhachev.
Dengan kondisi tersebut, peta persaingan kelas welter UFC kian kompleks. Bagi Jack Della Maddalena, satu hal jelas: sebelum kembali menantang Islam Makhachev, ia harus lebih dulu melewati rintangan bernama Shavkat Rakhmonov.











