BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Skuad bulu tangkis Indonesia mengawali musim 2026 dengan tantangan besar di turnamen bergengsi Malaysia Open World Tour Super 1000. Digelar di Kuala Lumpur pada 6–11 Januari 2026, Indonesia hanya mengirim sembilan wakil ke ajang berhadiah total USD 1.450.000 atau sekitar Rp23,9 miliar tersebut.
Jumlah wakil yang terbatas membuat beban persaingan Merah Putih terpusat pada beberapa nama kunci. Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie menjadi tumpuan utama setelah datang ke turnamen pembuka musim ini dengan status peringkat empat dunia.
Jonatan akan langsung menghadapi ujian sejak babak 32 besar dengan bertemu pemain Taiwan, Lee Chiao Hao. Jika mampu melewati laga pembuka, tantangan tak kalah berat menanti di babak 16 besar, menghadapi pemenang duel antara Leong Jun Hao (Malaysia) dan Wang Zheng Xing (China).
Satu wakil lain di tunggal putra, Alwi Farhan, justru langsung mendapat undian berat. Pemain peringkat 17 dunia itu harus berhadapan dengan unggulan ketujuh sekaligus peringkat delapan dunia, Alex Lanier, pada laga perdananya.
Situasi serupa juga terlihat di sektor tunggal putri. Indonesia hanya mengandalkan Putri Kusuma Wardani sebagai wakil tunggal. Putri KW akan membuka perjuangannya melawan wakil Jepang, Manami Suizu, di babak pertama.
Baca Juga:
Jonatan Christie Tutup Musim 2025 di Peringkat 4 Dunia BWF
Di sektor ganda putra, Indonesia mengirim tiga pasangan. Duet Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berstatus peringkat enam dunia menjadi andalan utama, disusul Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (peringkat delapan dunia). Selain itu, pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga mendapat kesempatan menguji diri di level Super 1000.
Sektor ganda putri menjadi salah satu yang paling minim wakil. Indonesia hanya mengirim satu pasangan, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, untuk bersaing dengan kekuatan elite dunia.
Sementara itu, di sektor ganda campuran, Merah Putih diwakili oleh dua pasangan. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang kini berada di peringkat 10 dunia akan memimpin sektor ini, ditemani pasangan muda Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Dengan komposisi skuad yang terbatas dan sejumlah undian berat di babak awal, Malaysia Open 2026 menjadi ujian sesungguhnya bagi Indonesia. Turnamen ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga cerminan kesiapan Merah Putih menghadapi persaingan ketat sepanjang musim 2026.
(Budis)









