Insinerator Baru Kurangi Tumpukan Sampah di Bandung, DLH: Efeknya Sudah Terasa

Kepala DLH Kota Bandung, Darto (Foto:Kyy/TM).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menekan tumpukan sampah terus menunjukkan perkembangan positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung kini menggenjot pengoperasian insinerator di berbagai titik untuk mengurangi tekanan volume sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa hampir seluruh insinerator yang disiapkan pemerintah telah beroperasi dan mulai memberikan dampak nyata, terutama di tingkat kecamatan.

“Dari enam insinerator kecamatan yang sebelumnya tersedia, lima sudah beroperasi penuh. Satu unit lagi tinggal finalisasi. Efeknya cukup terasa dalam mengurangi beban di TPS-TPS,” kata Darto, Selasa (18/11/2025).

Pada tahun 2025, Pemkot Bandung juga menambah tujuh insinerator baru. Dengan penambahan tersebut, total insinerator yang dikelola DLH kini mencapai 13 unit, tersebar di wilayah Bandung Kulon, Rancasari, Gedebage, Batununggal, Sukasari, dan beberapa titik prioritas lainnya.

“Pengadaan baru tahun 2025 itu ada tujuh unit. Insinerator lama ada delapan, kemudian ditambah enam yang saat ini semuanya sudah beroperasi,” ucapnya.

Setiap insinerator baru memiliki kapasitas maksimal hingga 10 ton per hari. Jika seluruh unit berfungsi optimal, Kota Bandung memiliki kapasitas pengolahan mencapai 130 ton sampah per hari. Kapasitas ini diharapkan mampu meredam lonjakan volume sampah, khususnya di TPS kawasan pasar dan wilayah perbatasan yang kerap mengalami overload.

Baca Juga:

Status Darurat Sampah Kota Bandung Dicabut

Darto menegaskan DLH akan terus melakukan evaluasi efektivitas setiap unit, termasuk pengawasan operasional untuk memastikan kinerja tetap stabil.

“Nanti mohon dicek juga tingkat efektivitasnya. Yang jelas, dengan beroperasinya unit-unit ini, kami ingin memastikan pengurangan tumpukan berjalan makin konsisten,” ujarnya.

Penguatan pengolahan sampah melalui insinerator menjadi salah satu strategi utama Pemkot Bandung untuk menangani persoalan sampah yang selama ini terbebani oleh keterbatasan armada angkut dan tingginya produksi sampah harian. Dengan bertambahnya perangkat pengolah tersebut, DLH menargetkan distribusi sampah di seluruh kecamatan dapat lebih terkendali dan tidak lagi menumpuk di TPS rawan.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru