BANDUNG, TEROPONG MEDIA.ID – Instagram kembali meluncurkan pembaruan yang bikin kreator lebih mudah mengatur komunikasi lewat Direct Message (DM).
Setelah sebelumnya hanya menghadirkan filter terbatas untuk akun kreator di akhir 2024, kini Instagram memperluas fitur pengelolaan DM dengan lebih banyak filter dan opsi folder kustom. Tujuannya jelas, supaya pesan penting tidak lagi tenggelam di lautan notifikasi.
Filter yang tersedia kini jauh lebih variatif, mulai dari balasan Story, pesan belum dibaca, belum dibalas, pesan dari pengikut, hingga pesan dari akun terverifikasi.
Menariknya, pengguna bisa menambah atau menghapus filter sesuai kebutuhan mereka, lalu mengatur ulang urutannya agar sesuai prioritas. Hanya filter “Permintaan” yang tetap tidak bisa diubah.
Bukan cuma filter, Instagram juga menambahkan opsi pembuatan folder kustom. Dengan fitur ini, kreator maupun brand bisa mengelompokkan pesan sesuai kategori buatan sendiri, semisal “Kerja Sama,” “Fans Aktif,” atau “Event.” Bagi mereka yang setiap hari menerima ratusan hingga ribuan DM, fitur ini jelas jadi penyelamat.
Baca Juga:
Telah Meluncur Chatbot AI “Meta AI” untuk WhatsApp dan Instagram
Namun, tidak semua pengguna bisa langsung menikmati update ini. Instagram menyebut fitur filter dan folder kustom DM hanya akan tersedia untuk akun profesional dan akun pribadi dengan lebih dari 100 ribu pengikut.
Harapannya, perubahan ini mampu meningkatkan kualitas interaksi serta menjaga respons kreator terhadap audiens mereka.
Sementara itu, untuk pengguna biasa, Instagram juga tak lupa memberi sentuhan baru. Ada fitur bernama “Instagram Map” di DM, yang memungkinkan kita berbagi lokasi aktif terbaru dengan teman tertentu atau daftar Close Friends.
Jadi meskipun fitur manajemen DM lebih ditujukan ke kreator besar, pengguna harian tetap kebagian update yang bisa dipakai dalam percakapan pribadi.
Pertanyaannya sekarang, apakah pembaruan ini bakal bikin hubungan kreator dan pengikut jadi lebih dekat? Atau justru makin terasa “dibatasi” karena pesan fans masuk folder khusus?
(Daniel Oktorio Saragih-Ilmu Komunikasi UNIBI/Budis)











