Investigasi Ponpes Al Zaytun, Mahfud MD Buka Suara

Plt Menteri Komilunikasi dan Informatika (Kominfo), Mahfud MD. (Foto: Kemenkominfo)
Sejumlah manfaat Satelit Internet SATRIA 1, kata Mahfud MD
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TM.ID: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD buka suara terkait proses investigasi terhadap ponpes Al Zaytun.

Ia menyebut tim investigasi masih bekerja, termasuk tim investigasi Ponpes Al Zaytun yang bentukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Mahfud MD menyebut ponpes Al Zaytun sebagai fenomena baru. Sampai saat ini tim investigasi masih melakukan pendalaman.

“Masih dipelajari karena itu kan fenomena yang baru. Kita ga boleh sembarangan menyikapi tanpa mendalami. Kita sedang mendalami itu semua,” terang dia usa memberikan kuliah umum di Unpas, Bandung, Kamis (22/6).

Harus Taat Hukum

Nantinya, hasil keputusan dari tim harus dihargai, termasuk jika menemukan adanya dugaan pelanggaran, pihak Al Zaytun harus taat hukum. Sebaliknya, jika tidak ditemukan pelanggaran, maka polemik harus diakhiri.

“Kalau ada pelanggaran, siapapun di seluruh indonesia (harus taat hukum). Tapi apa betul ada pelanggaran atau tidak nanti kita dalami.

Disinggung mengenai pernyataan MUI Indramayu yang menyatakan bahwa Al-Zaytun tidak sesuai dengan ajaran islam, Mahfud juga enggan memberikan tanggapan secara detil.

“Kita dalami tidak sesuainya apa. Saya belum tahu apa ketidaksesuaiannya. Kan nanti ada urusannya. Kalau tidak sesuai dengan hukum, itu urusan dengan saya. Kalau menyangkut penyelenggaraan institusi, itu kemenag. Kan gitu. Kita belum tau masalahnya dimana sebenarnya,” jelas dia.

Sejarah Ponpes Al Zaytun

Ponpes Al Zaytun merupakan pondok pesantren yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ponpes ini dibangun oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) pada 13 Agustus 1996.

Proses pembelajaran mulai dilaksanakan pada 1 Juli 1999, dan peresmiannya pada 27 Agustus 1999 oleh Presiden RI ke-3, Prof. Ing. B.J. Habibie. Ponpes terbesar di Asia Tenggara ini dipimpin oleh sosok kontroversial, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang yang merupakan alumni Pondok Pesantren Gontor.

BACA JUGA: Tim Investigasi Pesantren Al Zaytun Dibentuk, Ini Ancaman Ridwan Kamil

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru