BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Apple dikabarkan tengah mempersiapkan ponsel lipat pertamanya yang sementara dikenal sebagai iPhone Fold. Sejumlah laporan media teknologi internasional serta analis rantai pasok menyebut perangkat ini berpotensi diperkenalkan bersamaan dengan lini iPhone 18. Hingga kini, Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut.
Berdasarkan bocoran yang beredar, iPhone Fold diperkirakan mengusung layar sekitar 5,4 inci saat dilipat dan sekitar 7,6–7,7 inci saat dibuka. Dimensi ini membuat perangkat tampil lebih pendek dan lebar dibanding ponsel lipat Android yang umumnya memiliki bentuk tinggi dan ramping. Pendekatan tersebut disebut bertujuan menjaga kenyamanan penggunaan saat perangkat tertutup, sekaligus menghadirkan bidang layar lebih luas saat dibuka.
Material dan Engsel Jadi Perhatian Utama
Analis rantai pasok menyebut Apple memberi perhatian besar pada rangka dan mekanisme engsel. Perusahaan asal Cupertino itu dikabarkan tengah menguji kombinasi material seperti titanium, stainless steel, dan aluminium alloy untuk menjaga kekuatan struktur. Sementara itu, engselnya disebut akan memanfaatkan material khusus seperti liquid metal guna meningkatkan daya tahan dan mengurangi risiko keausan.
Langkah ini dinilai penting mengingat ponsel lipat kerap menghadapi persoalan engsel cepat longgar dan bodi yang terasa kurang kokoh. Apple disebut ingin memastikan perangkat lipat pertamanya memiliki kualitas konstruksi yang solid sejak awal.
iPhone 17 Pro Max Palsu Beredar, Tampilan Mirip Asli Tapi Sistem Berbeda
Samsung Galaxy S26 vs iPhone 17: Adu Strategi Harga di Tengah Krisis Chip Global
Upaya Mengurangi Bekas Lipatan Layar
Isu bekas lipatan pada layar juga menjadi perhatian. Analis Ming-Chi Kuo menyebut Apple tengah mengembangkan sistem pelat logam di balik layar untuk menyebarkan tekanan saat perangkat dilipat. Teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan, bahkan menghilangkan, garis lipatan yang selama ini menjadi salah satu kelemahan ponsel lipat.
Upaya tersebut diyakini menjadi salah satu alasan mengapa Apple terkesan lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru masuk ke segmen ponsel lipat.
Kamera dan Sistem Keamanan
Dari sisi kamera, iPhone Fold diperkirakan membawa dua kamera belakang (wide dan ultrawide). Berbeda dengan seri Pro yang mengusung tiga kamera, pendekatan ini disebut sebagai kompromi untuk menjaga desain tetap ramping dan efisien dari sisi ruang internal.
Untuk sistem keamanan, sejumlah laporan menyebut Apple akan mengandalkan Touch ID pada tombol daya di sisi bodi. Opsi ini dipilih karena penerapan Face ID pada desain lipat dinilai lebih kompleks secara teknis.
Software Jadi Faktor Penentu
Pengamat teknologi menilai tantangan utama iPhone Fold bukan hanya terletak pada hardware, tetapi juga pengalaman software. Dengan rasio layar 4:3 saat dibuka, perangkat ini berpotensi menghadirkan pengalaman multitasking ala tablet. Integrasi fitur iOS dan iPadOS disebut menjadi kunci agar iPhone Fold tidak sekadar menjadi ponsel lipat, tetapi perangkat multifungsi.
Harga dan Potensi Pasar Indonesia
Soal harga, iPhone Fold diperkirakan berada di kisaran USD 1.800–2.500, menjadikannya iPhone termahal sejauh ini. Di pasar Indonesia, perangkat ini diprediksi menyasar segmen ultra-premium, sejalan dengan tren harga iPhone yang selama ini berada di kelas atas.
Jika benar terealisasi, kehadiran iPhone Fold berpotensi memengaruhi dinamika pasar smartphone premium di Tanah Air, termasuk minat terhadap seri iPhone konvensional.
Hingga kini, seluruh informasi masih berada di ranah bocoran dan laporan pihak ketiga. Apple belum memberikan konfirmasi resmi. Namun, jika iPhone Fold benar-benar meluncur, langkah ini akan menandai babak baru bagi Apple dalam persaingan ponsel global.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











