BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah sempat tersingkir dari puncak daftar petarung terbaik UFC, Islam Makhachev bersumpah akan merebut kembali tahtanya. Mantan juara kelas ringan asal Dagestan itu kini tengah bersiap menghadapi Jack Della Maddalena dalam duel kelas welter yang dijadwalkan pada 15 November mendatang laga yang bisa menjadi jalan pembuktian besar dalam kariernya.
“Saya akan mengubah peringkat pound-for-pound. Kembali ke posisi pertama. Pekan ini, kami akan mengubahnya,” tegas Makhachev dalam wawancara di kanal YouTube Adin Live, dikutip Rabu (12/10/2025).
Kalimat itu bukan sekadar pernyataan percaya diri. Bagi Makhachev, perebutan peringkat pound-for-pound nomor satu UFC sudah menjadi urusan pribadi. Gelar simbolis itu sebelumnya sempat ia genggam setelah empat kali mempertahankan sabuk juara kelas ringan secara beruntun, terakhir lewat kemenangan submission atas Renato Miocano di UFC 311.
Namun, dominasinya dipatahkan oleh Ilia Topuria, petarung sensasional asal Spanyol yang mengguncang dunia MMA dengan KO atas Charles Oliveira di UFC 317 untuk merebut sabuk yang sempat dikosongkan Makhachev. Kemenangan itu membuat Topuria menjadi juara dua divisi sekaligus menggeser Makhachev dari posisi teratas daftar petarung terbaik dunia.
Baca Juga:
Khabib Datang, Islam Makhachev Aktifkan Full Mode Perang Jelang UFC 322
Islam Makhachev Yakin Bisa Tumbangkan Jack Della Maddalena di UFC 322
Kini, Makhachev bertekad menulis ulang kisahnya di kelas welter. Setelah Belal Muhammad gagal mempertahankan sabuk melawan Jack Della Maddalena, pintu terbuka bagi Makhachev untuk naik kelas dan menantang juara asal Australia tersebut.
Pertarungan ini bukan hanya tentang sabuk atau rekor tetapi tentang harga diri dan warisan. Makhachev, yang kini mencatat rekor 27 kemenangan dan 1 kekalahan, ingin menjadi penerus sejati dari sang mentor, Khabib Nurmagomedov, dengan menaklukkan dua divisi dan menegaskan dominasi petarung Dagestan di UFC.
Meski duel melawan Topuria masih mungkin terjadi di masa depan, fokus Makhachev kini tertuju sepenuhnya pada Maddalena. Bagi sang petarung 32 tahun itu, kemenangan 15 November nanti bukan sekadar tambahan angka di statistik melainkan jalan untuk mengembalikan kebanggaan dan nama besar Dagestan di puncak dunia UFC.
(Budis)










