JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Berbuka puasa dengan kurma merupakan amalan yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW. Selain bernilai ibadah, kurma mengandung gula alami dan serat tinggi yang membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
Salah satu varietas paling populer di dunia adalah kurma medjool, kerap dijuluki “Raja Kurma” karena ukurannya besar dan rasanya manis legit. Namun, di balik popularitasnya, pasar global medjool menyimpan dinamika geopolitik yang kompleks.
Israel Dominasi Pasar Medjool Global
Mengutip laporan dari Ethical Consumer, Israel menguasai sekitar 50 persen pasar kurma medjool dunia. Inggris menjadi salah satu pasar utama, dengan sekitar 32 persen kurma impor berasal dari Israel.
Diperkirakan sekitar 40 persen kurma yang diproduksi Israel ditanam di wilayah pemukiman yang secara luas dipandang ilegal menurut hukum internasional. Pemerintah Inggris sendiri menyatakan pemukiman tersebut ilegal berdasarkan Konvensi Jenewa.
Isu ini menjadi sorotan karena sebagian produksi kurma berasal dari wilayah Tepi Barat, khususnya Lembah Yordania, yang juga merupakan pusat pertanian kurma Palestina.
Tantangan Petani Palestina
Kurma Palestina dikenal memiliki kualitas tinggi. Namun, petani Palestina menghadapi sejumlah hambatan, antara lain:
- Penggusuran lahan
- Pembatasan akses sumber daya
- Pengalihan air tawar ke pemukiman Israel
- Keterbatasan akses ekspor
Kondisi ini disebut semakin memburuk sejak Oktober 2023. Produksi dan distribusi kurma dari wilayah Palestina menjadi semakin sulit, sementara produk dari pemukiman Israel tetap masuk ke pasar global.
Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?
Bagi konsumen yang ingin memastikan produk berasal dari Palestina, penting untuk memilih merek yang telah terverifikasi dan memiliki komitmen perdagangan adil.
Berikut beberapa merek yang disebut aktif memasarkan kurma Palestina di Inggris:
1. Holy Land Dates
Berbasis di Birmingham, perusahaan ini menyediakan produk dari Palestina dan menyatakan mendukung praktik pertanian tradisional serta inisiatif sosial lokal.
2. Rift Valley Farms
Bisnis keluarga Palestina yang menanam kurma medjool organik di Lembah Yordania. Mereka bekerja sama dengan puluhan petani lokal untuk produksi dan ekspor.
3. Sofra
Merek milik Damasgate di London yang memasarkan kurma Palestina serta produk makanan Halal dan Mediterania.
4. Yaffa
Perusahaan berbasis di Sheffield yang mempromosikan produk Palestina, termasuk kurma dan minyak zaitun.
5. Zaytoun
Didirikan pada 2004 sebagai perusahaan sosial yang mengusung prinsip perdagangan adil, transparansi, dan reinvestasi keuntungan untuk mendukung komunitas Palestina.
Baca Juga:
Kata-Kata Islami Menyambut Ramadan, Penuh Ampunan dan Makna Kehidupan
Catat! Jadwal Lengkap Libur Sekolah Ramadan hingga Lebaran 2026
Kesadaran Asal Produk
Isu ini menempatkan konsumen pada posisi strategis. Memeriksa label asal produk, memahami rantai pasok, dan memilih produk terverifikasi menjadi langkah yang bisa diambil secara individual.
Ramadan identik dengan kurma. Namun, di tengah dinamika global, pilihan konsumen kini tak hanya soal rasa dan harga, tetapi juga asal produksi dan implikasinya.
(Dist)










