Isu Jokowi Gabung PSI, Respon Nasdem: Biasa Saja

jokowi psi (3)
(IYoutube/NasDem)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Rumor kuat Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solideritas Indonesia (PSI) menuai banyak tanggapan, tak terkecuali Partai Nasdem.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan, kedekatan Nasdem dengan Jokowi adalah silaturahmi politik. Namun, jika nantinya benar-benar bergbung, kata Hermawi, partainya akan menghoormati pilihannya.

“NasDem mengembangkan politik silahturahmi, senantiasa berusaha dekat dan dialogis dengan semua kalangan, tidak terbatas hanya dengan Jokowi,” kata Hermawi kata di Jakarta, dikutip Sabtu (29/03/2025).

“NasDem senantiasa menghormati pilihan politik semua pihak. Jadi ya biasa-biasa saja kalau seseorang dilihat mendekat dengan parpol tertentu, seumpama Jokowi dianggap dekat dengan PSI, itu biasa saja,” tambahnya.

Kendati begitu, Nasdem belum mengetahui secara pasti mengenai kebenaran Jokowi akan bergabung ke PSI.

Pandangan Pakar Politik

Direktur Eks Trias Politika, Agung Baskoro menilai, Jokowi memiliki peluang besar untuk bergabung dengan Partai Solideritas Indonesia (PSI). Begitupun Jokowi, tidak pernah menolak saat PSI akan melakukan arah partai yang sama.

“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Karena dari awal konsep Partai Super Terbuka diambil PSI, Jokowi nyaman dan tidak ada penolakan,” katanya, Kamis (27/03/2025).

BACA JUGA:

Pakar Ukur Peluang Jokowi Gabung PSI: Ingin Punya Nafas seperti SBY

PSI Bakal Jadi Partai Super Terbuka, Jokowi Bakal Gabung?

Di sisi lain, Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga, jika Jokwi nantinya tidak akan berpartai. Meski begitu, peluang itu kecil, karena dinilai Jokowi tengah mempertahankan legacy-nya.

“Sedikit banyak beliau ingin legacynya itu ingin punya nafas yang panjang seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Agung, Jokowi memerlukan kendarraan politik yakni partai untuk memperkuat legacy-nya.

“Agar legacynya bertahan, dia harus memiliki partai. Karena kalau hanya atas nama perorangan akan pudar. Dan sepertinya Jokowi tidak mau itu terjadi,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru