John Tobing Meninggal Dunia, Maestro “Darah Juang” Berpulang

Jhon Tobing meninggal
Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau Jhon Tobing. (X/raniadinda)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kabar duka datang dari dunia aktivisme dan musik perjuangan, John Tobing meninggal dunia di RSA UGM Yogyakarta pada Rabu (25/2/2026) malam.

Pemilik nama lengkap Johnsony Maharsak Lumban Tobing itu wafat sekitar pukul 20.45 WIB setelah menjalani perawatan sejak pertengahan Desember akibat stroke.

Kabar kepergian sang maestro dikonfirmasi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito, melalui akun Instagram pribadinya.

Maestro “Darah Juang” yang Melegenda

Nama John Tobing tak bisa dilepaskan dari lagu Darah Juang, himne yang begitu identik dengan Gerakan Reformasi 1998.

Bersama Dadang Juliantara, ia menciptakan lagu tersebut sekitar tahun 1991–1992 di Yogyakarta. Lirik dan melodinya menjadi simbol solidaritas, perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus energi kolektif mahasiswa di era Orde Baru.

“Darah juangnya terus mengalir,” tulis salah satu warganet.

“Selamat jalan komandan! Api ini tidak pernah padam,” timpal akun lainnya.

Ungkapan duka membanjiri kolom komentar, menandakan betapa kuatnya jejak karya John Tobing dalam memori publik.

Profil John Tobing

Lahir di Binjai, Sumatra Utara, 1 Desember 1965, John Tobing merupakan alumnus Fakultas Filsafat UGM angkatan 1986.

Sejak mahasiswa, ia aktif mendirikan Biro Pembelaan Hak Mahasiswa Filsafat (BPHMF) dan terlibat dalam berbagai gerakan solidaritas, termasuk isu Waduk Kedung Ombo pada 1989–1991.

Ia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY), menegaskan posisinya sebagai bagian dari denyut gerakan mahasiswa kala itu.

Kiprah Politik dan Kehidupan Pribadi

Tak hanya dikenal sebagai musisi perjuangan, John Tobing juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua PDI Perjuangan Riau.

Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara, putra pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga. Ayahnya yang berprofesi sebagai hakim membuat keluarga mereka kerap berpindah kota mengikuti mutasi.

John menikah dengan Dona dan dikaruniai tiga orang anak.

Baca Juga:

Kearifan Lokal Sunda-Banten Jadi Benteng Alami Hadapi Bencana, Dari Leuweung Larangan hingga Manuskrip Kuno

Api yang Tak Pernah Padam

Bagi banyak orang, “Darah Juang” bukan sekadar lagu. Ia adalah nyala semangat yang pernah membakar generasi.

Kini, sang pencipta telah berpulang. Namun karya dan gagasannya tetap hidup, dinyanyikan di berbagai momentum pergerakan.

“Fisik memang fana, namun karya tetap abadi,” tulis seorang netizen.

Pemakaman almarhum masih dirundingkan pihak keluarga. Sementara itu, publik terus mengenang sosok yang telah mengukir sejarah lewat nada dan keberanian.

Selamat jalan, John Tobing. Darah juang itu akan terus mengalir.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru