Jokowi Memilih Berpihak, ini 2 Era Presiden yang Pertahankan Sikap Netral

presiden jokowi netral
(dok. Setpres)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, presiden maupun menteri dapat mengawal Pemilu 2024 dengan memberikan dukungan atau mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon). Pernyataan itu menuai pro dan kontra publik, sebab Jokowi tidak netral.

“Yang penting, presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (24/1/2024).

Hal itu memungkinkan, kata dia, lantaran selain pejabat publik sekaligus juga adalah pejabat politik. Namun, asalkan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

2 Presiden yang Memilih Netral 

Menengok ke belakang, saat sikap Presiden Jokowi menyatakan dukungannya terhadap calon presiden (capres) baru, pada era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memilih netral.

BACA JUGA: Tegas! Diduga Tidak Netral di Pemilu 2024, Mendagri Copot Jabatan Pj Bupati Kampar

Kondisi Politik Era Megawati

Melansir beberapa sumber, Presiden Megawati menjabat setelah krisis politik melanda pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang akhirnya digantikan. Megawati, pada saat itu, menjabat sebagai wakil presiden di bawah Gus Dur. Namun, kala itu, Mega belum ikut dalam pemilihan langsung presiden.  Mega mencalonkan diri dengan mendampingi Ketua Umum PBNU saat itu, KH Hasyim Muzadi pada tahun 2004. Akan tetapi, harus mengakui kekalahan dari pasangan SBY-Jusuf Kalla (JK).

Peluang SBY pada Penghujung Jabatan

Presiden SBY memiliki peluang untuk mendukung capres pada akhir masa jabatannya tahun 2014. Namun, dengan pertimbangan politik dari Partai Demokrat, SBY memilih untuk tidak melibatkan diri. Pada tahun tersebut, Partai Demokrat memutuskan untuk bersikap netral, tidak mendukung baik pasangan Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta Rajasa.

 

 

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru