BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Jorge Martin biasanya datang ke Valencia dengan aura percaya diri. Trek Ricardo Tormo adalah “rumah kedua” baginya tempat ia naik podium delapan kali dalam sembilan tahun terakhir. Namun tahun ini, ekspresi itu berubah. Tidak ada ambisi besar, tidak ada target muluk. Yang tersisa hanyalah kehati-hatian dan kejujuran seorang pebalap yang tahu tubuhnya belum siap bertarung sepenuhnya.
Cedera yang ia dapat beberapa pekan lalu masih membatasi geraknya. Rasa sakit belum hilang sepenuhnya, dan kondisi fisiknya pun belum kembali ke level kompetitif. Karena itu, Martin memilih datang ke Valencia dengan kepala dingin, tanpa tekanan, dan tanpa harapan berlebihan.
“Ini salah satu trek terbaik saya, tetapi tidak kali ini. Rasanya aneh datang ke balapan dengan mengetahui Anda tidak akan tampil dalam kondisi 100%,” ucapnya, melansir MotoGP, Jumat (14/11/2025).
Selain kondisi fisik, Martin juga harus menghadapi penalti buntut insiden menabrak Marco Bezzecchi pada Sprint Race GP Jepang. Situasi itu membuatnya semakin realistis. Bahkan jika ia bisa comeback dengan mulus, ia tetap harus memulai balapan dengan keterbatasan.
Baca Juga:
Jorge Martin Minta Privilege, Aprilia Desak MotoGP Ubah Aturan!
Jorge Martin Resmi Bertahan di Aprilia untuk MotoGP 2026
Martin menegaskan bahwa fokusnya kali ini bukanlah hasil, melainkan menyelesaikan putaran dengan stabil dan aman.
“Saya akan mencoba menyelesaikan putaran tanpa tekanan, menyelesaikan long run, dan kemudian bersiap untuk hari Selasa. Itu hari yang sangat penting untuk mencoba komponen baru dan bersiap menyongsong musim depan,” ungkapnya.
Di tengah musim yang berat, Martin memilih langkah yang matang: tidak memaksakan diri, tidak mengambil risiko yang tak perlu. Baginya, kesehatan jangka panjang lebih penting daripada memaksakan performa di satu seri terakhir.
(Budis)











