Kampung Pitu Gunungkidul, Tujuh Keluarga di Perbukitan Nglanggeran

Kampung Pitu Gunungkidul
(istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tersembunyi di perbukitan sebelah utara Gunung Api Purba Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat permukiman unik bernama Kampung Pitu.

Nama “Pitu” yang berarti tujuh dalam bahasa Jawa, merujuk pada jumlah kepala keluarga yang menghuni kampung ini. Kampung Pitu menyimpan sejarah dan misteri yang menarik untuk diungkap.

Kampung Pitu terletak di Padukuhan Nglanggeran Wetan RT 19, Kelurahan Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.
Rumah-rumah di kampung ini bergaya limasan khas Jawa, berdiri berjauhan karena kondisi tanah yang berbukit.

Akses menuju Kampung Pitu cukup menantang, memerlukan perjalanan melewati jalanan curam dan berkelok.

Sejarah Kampung Pitu: Kisah Iro Dikromo dan Tirtosari

Sejarah Kampung Pitu berawal dari kisah Iro Dikromo dan Tirtosari, sepasang kakak beradik dari Banyumas, Jawa Tengah. Mereka memenangkan sayembara Keraton untuk menjaga pohon pusaka Kinah Gadung Wulung di sekitar Telaga Guyangan (kini area persawahan).

Hanya mereka yang diizinkan tinggal di area tersebut, yang kemudian berkembang menjadi Kampung Pitu.

Surono, keturunan keempat Iro Dikromo, mengatakan bahwa jumlah tujuh kepala keluarga bukanlah aturan baku, namun secara turun-temurun, jika jumlah keluarga melebihi tujuh, kelebihannya akan pergi karena merasa tidak betah.

BACA JUGA : Unik! Desa Bengkala Jadi “Desa Orang Bisu”, Begini ceritanya

Akses Sulit dan Tradisi Unik

Sebelum tahun 2014, akses ke Kampung Pitu sangat sulit. Warga harus berjalan kaki karena medan yang berat. Instalasi listrik pun membutuhkan kabel sepanjang 3 km.

Kampung Pitu juga memiliki pantangan menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit, karena gunung di sekitarnya bernama Wayang.

Telaga Guyangan, yang kini menjadi area persawahan, masih memiliki sumber mata air di bawah pohon, dan batuan yang diyakini sebagai jejak kuda semberani dijaga dengan rantai besi.

 

(Hafidah Rismayanti/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru