BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Musim debut Lewis Hamilton bersama Ferrari di Formula 1 2025 berjalan jauh dari ekspektasi.
Juara dunia tujuh kali itu belum sekalipun naik podium setelah 13 seri, kalah telak dari rekan setimnya Charles Leclerc, dan kerap kesulitan bahkan menembus Q2.
Dua seri terakhir sebelum jeda musim panas memperburuk suasana. Di Belgia, Hamilton terhenti di Q1 dua kali, dan di Hungaria trek favoritnya ia gagal finis di zona poin. Situasi ini membuat masa depannya kembali jadi bahan perbincangan.
Mantan pebalap F1, Johnny Herbert menilai wajar jika Hamilton mulai meragukan apakah masih layak bertahan.
“Tahun lalu, setelah menang di Silverstone, ia sudah berkata jujur bahwa tak yakin bisa merasakan kemenangan lagi. Itu tanda ia sadar daya saingnya mungkin tak sama,” ujar Herbert melansir Grosvenor Casino, Senin (25/8/2025).
Baca Juga:
Lewis Hamilton Siap Akuisisi Tim MotoGP Gresini
Herbert juga menyoroti perbandingan dengan Leclerc yang tampil konsisten dan nyaris tanpa kesalahan.
“Leclerc menunjukkan versi terbaiknya. Faktor usia Hamilton juga tak bisa diabaikan,” tambahnya.
Meski begitu, Hamilton masih berharap pada regulasi baru F1 2026 yang akan mengakhiri era “ground effect” dan membawa konsep mobil yang berbeda, mungkin lebih sesuai dengan gaya balapnya.
Namun Herbert mengingatkan, keputusan pensiun selalu berat.
“Ini soal individu, bukan hanya soal usia. Wajar jika ia memikirkan pensiun, tapi kapan saat yang tepat? Itu selalu pertanyaan paling sulit,” ujarnya.
Hamilton terakhir kali menang di GP Inggris 2024. Jika tren ini berlanjut, ia bisa menutup musim tanpa podium, menyamai rekor pahit Kimi Raikkonen pada 2014.
(Budis)










