JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Nama Kang Dedi Mulyadi ( KDM) kian menguat dalam peta elektabilitas calon presiden (capres) 2029. Berdasarkan hasil survei yang dirilis Indonesian Public Institute (IPI), KDM mencatatkan elektabilitas 7,9 persen, menempatkannya sebagai salah satu figur yang mulai diperhitungkan publik dalam bursa capres mendatang.
Masuknya KDM dalam elektabilitas capres 2029 menjadi sorotan karena posisinya berada di papan tengah atas dan bersaing ketat dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal luas. Dalam survei tersebut, Dedi Mulyadi bahkan unggul tipis dari Pramono Anung yang memperoleh 7,8 persen, serta berada di atas Sjafrie Sjamsoeddin dengan elektabilitas 7,5 persen.
Secara umum, survei IPI masih menempatkan Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan tingkat elektabilitas tertinggi, yakni 22,3 persen. Di posisi kedua terdapat Gibran Rakabuming Raka dengan 12,2 persen, disusul Ganjar Pranowo yang meraih 9 persen. Sementara itu, Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 8,5 persen.
“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,” ujar Abdan, diikutip dari AntaraNews.com, Selasa (10/2/2026).
Menurut Ia, meningkatnya elektabilitas KDM tidak lepas dari citranya sebagai pemimpin dengan pendekatan kuat dengan masyarakat akar rumput. Selama ini, Dedi dikenal aktif mengangkat isu sosial, budaya lokal, serta kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Baca Juga:
Jurus KDM Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Jabar
Aktivitasnya yang konsisten di ruang publik dan media sosial dinilai berkontribusi besar dalam memperluas jangkauan popularitas dan elektabilitasnya secara nasional.
IPI dalam paparannya menyebutkan bahwa elektabilitas tokoh-tokoh capres 2029 dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, mulai dari rekam jejak kepemimpinan, tingkat pengenalan publik, intensitas pemberitaan media, hingga persepsi publik terhadap integritas dan keberpihakan kepada rakyat. Meski belum ada deklarasi resmi pencalonan, masuknya nama Dedi Mulyadi dalam survei ini menunjukkan adanya potensi elektoral yang nyata.
Selain KDM, survei IPI juga mencatat sejumlah nama lain dengan elektabilitas di bawah lima persen, seperti Puan Maharani dan Sandiaga Uno. Kondisi ini menegaskan bahwa bursa capres 2029 masih sangat terbuka dan berpeluang mengalami perubahan signifikan seiring dinamika politik nasional dan kinerja para tokoh di mata publik.
IPI menilai, dengan selisih elektabilitas yang relatif tipis di papan tengah, peluang tokoh seperti KDM untuk meningkatkan elektabilitas capres 2029 masih sangat terbuka. Konsistensi kerja politik, penguatan komunikasi publik, serta keberlanjutan narasi kedekatan dengan rakyat menjadi faktor kunci yang akan menentukan posisi Dedi Mulyadi dalam kontestasi politik menuju Pemilu 2029.
(Magang UIN SGD/ Ahmad Dhayu Senoadjie)











