Kebiasaan Makan Beras Mentah Apakah Aman?

Kebiasaan makan beras mentah
Kebiasaan makan beras mentah. (istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Meskipun beras merupakan makanan pokok yang dikonsumsi saat sudah matang menjadi nasi, tapi ada beberapa orang yang memiliki kebiasaan makan beras yang masih mentah.

Apakah kebiasaan makan beras mentah ini aman? simak penjelasannya di bawah ini.

Jika Anda salah satu dari beberapa orang yang memiliki kebiasaan makan beras, ketahuilah kalau makan beras mentah merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan bukan hal yang wajar.

Tidak jarang, mengonsumsi makanan tidak matang dapat mengarah pada pica, yakni suatu kondisi kelainan makan.

Penyebab pica tidak sepenuhnya diketahui secara pasti. Akan tetapi, hal ini dapat berkaitan dengan kebiasaan masa kecil yang terus dilakukan hingga dewasa.

Contoh kebiasaan tersebut yaitu seorang anak yang penuh dengan rasa penasaran, kerap kali memasukkan benda di sekitarnya ke mulut, termasuk beras mentah. Selain itu, stres, autisme, malnutrisi, atau kondisi hamil juga dapat menjadi pemicu pica.

Meski merupakan kebiasaan makan tidak sehat, ada beberapa orang yang menyukai makan beras mentah. Mungkin alasannya karena beras memiliki tekstur yang keras dan hambar. Rasanya ini berbeda dengan nasi putih atau nasi merah yang lembut dan sedikit manis.

US Department of Agriculture memang menyebutkan beras mengandung protein, serat, kalsium, kalium, fosfor, magnesium, dan nutrisi penting lainnya yang diperlukan tubuh.

Akan tetapi, konsumsilah beras yang sudah dimasak menjadi nasi untuk mendapatkan manfaat dari kandungan zat gizinya dan menghindari bahaya makanan mentah. Apa saja bahayanya?

Bahaya akibat makan beras mentah

Makan beras mentah bukannya memberikan manfaat, melainkan efek samping yang merugikan bagi tubuh. Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi jika Anda punya kebiasaan mengonsumsi beras mentah.

1. Keracunan makanan

Konsumsi beras mentah dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Alasannya, karena beras dapat menampung bakteri berbahaya, seperti Bacillus cereus (B. cereus).

Bacillus cereus merupakan jenis bakteri yang banyak ditemukan di tanah dan dapat mencemari beras mentah. Bakteri ini dapat membentuk spora, yang berfungsi sebagai perisai agar B. cereus dapat bertahan saat dimasak.

Namun, bakteri ini umumnya tidak menjadi masalah pada nasi yang baru dimasak karena suhu tinggi dapat meminimalkan pertumbuhannya.

Sementara pada beras mentah yang tidak disimpan dengan benar, suhu yang lebih dingin dapat mendorong pertumbuhan bakteri.

Keracunan akibat makan beras mentah dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kram perut, atau diare dalam waktu 15 – 30 menit setelah dikonsumsi.

2. Gangguan pencernaan

Beras mentah memiliki beberapa senyawa yang dapat menyebabkan masalah pencernaan. Salah satunya lektin, yakni sejenis protein yang bertindak sebagai insektisida alami.

Lektin terkadang disebut sebagai antinutrien karena dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

Manusia tidak dapat mencerna lektin, sehingga lektin melewati saluran pencernaan tanpa perubahan dan dapat merusak dinding usus.

Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti diare dan muntah. Untungnya, sebagian besar lektin akan hilang jika beras dimasak hingga matang.

3. Masalah kesehatan lainnya

Makan beras mentah dalam jumlah besar akibat pica telah dikaitkan dengan efek samping berikut:

  • Tubuh kelelahan karena energi yang didapat tidak mencukupi.
  • Kerusakan gigi karena tekstur beras yang keras bisa membuat kerja gigi jadi lebih berat.
  • Anemia defisiensi besi yang menyebabkan rambut rontok, tubuh mudah memar dan lelah, serta kulit pucat.

BACA JUGA: Mengenal Penyakit Anemia Aplastik yang Diderita Komika Babe Cabita

Jika Anda sudah terlanjur memiliki kebiasaan makan beras mentah, berusahalah untuk tidak meneruskan kebiasaan ini, karena kebiasaan memiliki bahaya untuk kesehatan Anda.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Windows 10 Tetap Jadi Favorit, Meski Microsoft Akan Hentikan Dukungannya

2

Sinopsis Film Bajaj Bajuri, Pernah Dibintangi Mat Solar

3

6 Rekomendasi Tablet Unggulan Sepanjang Tahun 2024

4

5 Rekomendasi Tumbler EIGER: Stylish, Praktis, dan Ramah Lingkungan

5

Firsta Yufi Amarta Putri Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2025
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg