BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Sejumlah anggota baru komunitas pecinta alam di Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengalami kekerasan saat menjalani orientasi. Dalam video yang beredar, korban tampak hanya mengenakan topi dan slayer biru. Pakaian korban dilucuti, kemudian mereka dipaksa berlutut, dipukul bergantian, bahkan ditendang hingga tubuhnya penuh luka dan memar.
Orang tua korban, Nurdiana, melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah putranya, AA, pulang dengan wajah yang bengkak, lebam, dan bibir pecah. Awalnya AA mengatakan cederanya akibat gigitan tawon, tetapi Nurdiana mengetahui kenyataan sesungguhnya setelah melihat rekaman video yang dibuat oleh anaknya sendiri.
AA mengungkapkan bahwa pemukulan dilakukan secara bergantian oleh beberapa peserta dan korban dilarang memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak luar. Meski kondisi fisik AA mulai membaik, Nurdiana menegaskan kasus ini harus diusut tuntas agar praktik serupa tidak terjadi pada korban lainnya.
(Rifan/Aak)











