BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Suasana mencekam mewarnai kawasan kampus Universitas Pasundan (Unpas) Taman Sari, Kota Bandung, pada Senin (1/9/2025) malam, setelah tembakan gas air mata aparat kepolisian menghantam area kampus. Akibatnya, sedikitnya 12 mahasiswa tumbang karena sesak napas dan pingsan.
Berdasarkan pantauan Teropongmedia.id pada Selasa (2/9/2025) pagi, kawasan kampus Unpas dan Universitas Islam Bandung (Unisba) terlihat lengang. Hanya petugas kebersihan dan keamanan yang tampak sibuk membersihkan sisa-sisa insiden semalam.
Kanit Keamanan Unpas, Rosid (57), mengatakan sejak 30–31 Agustus, kampus Unpas sudah dijadikan titik evakuasi mahasiswa yang terdampak aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Sate dan Gasibu. Pasalnya, Unisba telah menutup akses kampus atas instruksi pimpinan, sehingga sebagian besar mahasiswa beralih mencari perlindungan di Unpas.
“Awalnya gerbang dibuka demi kemanusiaan, karena banyak mahasiswa yang butuh evakuasi. Tapi Senin malam, massa dari berbagai universitas semakin banyak yang masuk ke kawasan kampus,” kata Rosid saat ditemui, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga:
Ferry Irwandi Desak Prabowo Tindak Aparat Soal Gas Air Mata di Unisba-Unpas
Menurutnya, situasi semakin memanas ketika sekitar pukul 23.30 WIB aparat datang dari arah bawah. Meski akses jalan sudah diblokade massa dengan kayu dan ban terbakar, tembakan gas air mata tetap diarahkan ke dalam kampus.
“Catatan kami, ada lebih dari 40 kali tembakan gas air mata. Mahasiswa tidak melakukan pelemparan ke polisi, hanya berteriak-teriak. Tapi gas tetap masuk dan membuat 12 orang tumbang,” ungkapnya.
Selain korban, kampus juga mengalami kerusakan. Beberapa kaca di bagian depan gedung pecah akibat hantaman proyektil gas.
Meski kondisi sempat mencekam hingga lewat tengah malam, Rosid memastikan aparat tidak sampai masuk ke dalam area kampus karena pintu gerbang langsung ditutup rapat. Mahasiswa yang sempat bertahan dievakuasi ke bagian belakang oleh pihak keamanan.
“Sekitar pukul 00.30, massa baru benar-benar bubar. Situasi akhirnya berangsur tenang,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











