BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gelandang Persib Bandung, Marc Klok cukup khawatir dengan langkah Timnas Indonesia menuju panggung Piala Dunia 2026. Hal ini disebabkan reputasi negara Timur Tengah yang kerap menghadirkan kontroversial di dalam pertandingan penting.
Marc Klok sadar Indonesia akan dihadapkan dengan hal non-teknis saat menghadapi tim asal Timur Tengah di Grup B Ronde 4 Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026. Marc Klok menjelaskan, hal ini perlu diperhatikan karena dampaknya bisa menjadi buruk.
Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama Irak dan Arab Saudi sebagai tuan rumah. Indonesia akan lebih dulu menghadapi Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 dan dilanjut pada 12 Oktober 2025. Kedua laga ini digelar di King Abdullah Sport City.
Baca Juga:
Persib Bandung Dapat Hadiah Usai Menang Atas Bangkok United
Marc Klok Ungkap Fakta Baru Sebagai Tanda Persib Merupakan Tim Besar
“Akan sangat susah, karena kita tahu beberapa kali bertemu Irak selalu susah. Lawan Saudi kemarin kita menang sama imbang, tapi tim itu sangat berat apalagi mereka bermain di kandang dengan dukungan suporter,” buka Klok kepada awak media.
Klok menerangkan, Indonesia sempat mencicipi bagaimana kotornya kepemimpinan wasit asal Timur Tengah saat menghadapi Bahrain. Klok merasa, ini harus dijadikan pelajaran agar Indonesia bisa lebih piawai untuk menghindari keputusan kontroversial wasit.
“Mungkin wasit atau apapun, saya tidak tahu. Tetapi situasinya adalah mereka yang difavoritkan. Tapi kita datang ke sana untuk hasil yang baik untuk negara, itu yang harus ada di mindset kita,” imbuh Klok.
Disinggung soal pertemuannya dengan Frans Putros yang juga dipanggil membela Timnas Irak, Marc Klok menilai itu bukanlah masalah besar. Ia yakin, Putros dan rekan setimnya, juga akan bekerja keras di pertemuan menghadapi Indonesia.
“Pasti dia (Frans Putros) mau menang juga kan? tapi semoga tim yang terbaik yang menang, saya hanya bisa mengatakan itu. Tim paling beruntung yang menang dan saya hanya bisa bicara semoga beruntung. Tapi tidak beruntung ketika bertemu Indonesia.” tutup Klok. (RF/_Usk)











