Keluarga Besar Prada Lucky Desak Pelaku Dihukum Mati

prada lucky tewas-4
(kolase)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Keluarga besar Prada Lucky Chepril Saputra Namo menuntut agar seluruh anggota TNI yang diduga menjadi pelaku penganiayaan dipecat, bahkan dijatuhi hukuman mati.

Prada Lucky yang tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan senior-seniornya sesama anggota TNI di asrama Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo.

“Hukuman cuma dua buat (pelaku penganiayaan) anak saya, hukuman mati dan pecat (bagi para pelaku), tidak ada di bawah itu,” kata Serma Kristian.

Dia mengatakan anaknya telah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang anggota TNI di Yon TP 834/WM, yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, NTT.

“Dia (korban) meninggal, akan dapat dia punya balasan bagi manusia yang siksa dia akan dapat balasan lebih, saya sumpah, saya juga tentara, saya pertaruhkan nyawa (saya) untuk dia (korban),” ujar Serma Kristian.

Sebagai seorang prajurit aktif, ia bersumpah akan terus menuntut kebenaran dan keadilan demi anaknya. Meski tak memiliki kekuatan, tapi keadilan harus tetap ditegakkan dan harus tetap berani dengan segala situasi.

“Saya tuntut keadilan, kalau bisa semua dihukum mati biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain, anak tentara aja dibunuh apalagi yang lain” kata Serma Kristian di kamar jenazah Rumah Sakit Wirasakti Kupang Kamis (7/8/2025).

Ungkapan senada disampaikan ibu kandung Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey. Ia meminta kematian anaknya diusut hingga tuntas dan seluruh pelaku yang terlibat diberi hukuman mati.

Sepriana mengaku sangat sakit hati dan tak menyangka putra keduanya yang baru berdinas di TNI selama dua bulan menjadi korban kebiadaban dari para seniornya sendiri. Ia mengatakan Prada Lucky 8 kali mengikuti tes menjadi TNI.

Sepriana sangat menyesal menyuruh anaknya masuk TNI jika akhirnya harus meregang nyawa di tangan rekannya sendiri.

“Kalau (para pelaku) tidak diproses, lebih baik bunuh saya saja, saya sakit hati kalian buat anak saya seperti ini,” jelasnya.

Menurut Sepriana, informasi yang diperolehnya ada 20 orang yang menjadi pelaku penganiayaan.

“(Informasi) Ada 20 orang semua, bukan empat orang saja,” katanya.

Ia mengatakan Prada Lucky diduga mendapat penyiksaan dari para seniornya sehingga mengakibatkan putranya harus dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan di ruang Intesive Care Unit (ICU) RSUD Aeramo, Nagekeo.

Saat Sepriana menemui Prada Lucky di ruang ICU, kondisi anaknya telah lemas dan sekujur tubuhnya terdapat luka lebam.

Baca Juga:

Jenazah Prada Lucky Dimakamkan di Kupang Hari Ini

DPR Minta Kematian Prada Lucky Diusut Tuntas

Dari keterangan yang diperolehnya saat tiba di Nagekeo, anaknya mendapat penyiksaan dengan cara dicambuk, sehingga anaknya sempat melarikan diri ke rumah mama angkatnya.

Tuntutan hukuman mati bagi para pelaku juga datang dari tante Prada Lucky yakni Mesike Namoh dan neneknya yang bernama Yo Suprapto. Yo mengatakan keturunan mereka banyak yang tentara, tapi baru kali menemui peristiwa yang sangat memilukan.

Dia pun berjanji tidak akan lagi mengijinkan keturunannya untuk menjadi tentara jika harus menjadi korban kekejaman rekansendiri.

Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Yon TP 834/WM Nagekeo tewas akibat diduga disiksa oleh seniornya di dalam asrama batalyon.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8), usai sempat menjalani perawatan selama empat hari di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Windows 10 Tetap Jadi Favorit, Meski Microsoft Akan Hentikan Dukungannya

2

6 Rekomendasi Tablet Unggulan Sepanjang Tahun 2024

3

PKM di Garut, Dosen dan Mahasiswa Ekuitas University Bantu UMKM Desa Cipancar Kelola Bisnis via Teknologi Digital

4

Firsta Yufi Amarta Putri Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2025

5

Profil Selebgram Shella Selpi Lizah Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg