Kenali Aturan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Prodi!

Akreditasi perguruan tinggi
Ilustrasi. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam dunia pendidikan, akreditasi merupakan aspek krusial, terutama dalam perguruan tinggi dan program studi (prodi), sebagai jaminan terhadap mutu pendidikan di Indonesia.

Di bawah ini akan membahas secara detail aturan terbaru terkait akreditasi perguruan tinggi dan program studi, serta dampaknya terhadap lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

Peraturan Terbaru Akreditasi Perguruan Tinggi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 53 Tahun 2023, status akreditasi perguruan tinggi kini hanya terdiri dari dua kategori, yaitu  Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi. Peraturan ini mengubah sistem peringkat yang sebelumnya mencakup beberapa kategori seperti A, B, dan C.

Terakreditasi, yaitu Perguruan tinggi yang memenuhi Standar Nasional (SN) Dikti. Sedangkan, tidak Terakreditasi ialah Perguruan tinggi yang tidak memenuhi atau berada di bawah SN Dikti.

Peraturan Akreditasi Program Studi

Akreditasi program studi dilakukan oleh lembaga akreditasi mandiri (LAM) dan bertujuan untuk menentukan kelayakan prodi berdasarkan pemenuhan SN Dikti serta standar yang ditetapkan oleh LAM. Perubahan ini juga mempengaruhi cara penilaian program studi, yang kini terdiri dari tiga status:

  • Terakreditasi: Program studi memenuhi SN Dikti.
  • Terakreditasi Unggul: Program studi memenuhi standar LAM.
  • Tidak Terakreditasi: Program studi tidak memenuhi atau berada di bawah SN Dikti.

Standar Akreditasi LAM

Penetapan standar akreditasi oleh LAM harus lebih tinggi dari SN Dikti dan mencakup kriteria yang lebih luas. LAM menetapkan standar ini setelah mendapatkan persetujuan dari BAN-PT.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas program studi dan memastikan bahwa lembaga pendidikan tinggi memenuhi standar yang lebih ketat.

Dampak Aturan Baru terhadap Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi yang sebelumnya terakreditasi dengan peringkat A, Unggul, B, Baik Sekali, C, dan Baik akan tetap berlaku sampai masa berlakunya selesai, meskipun aturan baru telah berlangsung.

Namun, harapannya semua perguruan tinggi dan program studi untuk segera menyesuaikan dengan peraturan baru ini guna memastikan kelayakan dan kualitas mereka tetap terjaga.

Penerapan aturan baru ini mungkin menimbulkan tantangan bagi perguruan tinggi dan program studi dalam hal penyesuaian kurikulum, peningkatan fasilitas, dan pemenuhan standar akreditasi yang lebih tinggi.

Perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi internal dan eksternal secara menyeluruh untuk memastikan bahwa mereka dapat memenuhi standar akreditasi yang berlaku.

BACA JUGA: Empat Program Studi UGM Raih Akreditasi Internasional dari ASIIN

Dengan adanya akreditasi pada perguruan tinggi dan prodi, akan memberikan jaminan dan pertimbangan bagi calon mahasiswa baru.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

4

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru