BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Korlantas Polri memprioritaskan keselamatan pemudik dan kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan membatasi operasional truk sumbu tiga, khususnya di ruas jalan tol.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil analisa dan evaluasi bersama lintas instansi, serta mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah disepakati pemerintah.
“Pembatasan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Nataru berlangsung aman dan lancar. Oleh karena itu, kendaraan sumbu tiga tidak diperbolehkan melintas di jalan tol,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Sabtu (27/12).
Sementara itu, untuk jalur arteri, truk sumbu tiga masih diperbolehkan melintas dengan pengaturan waktu terbatas, yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga pagi hari, guna meminimalkan potensi kepadatan lalu lintas di jam-jam sibuk.
Agus menegaskan bahwa kebijakan ini menempatkan kepentingan kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Ia meminta para pelaku usaha angkutan barang dan pengemudi truk mematuhi aturan demi kepentingan bersama.
“Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan liburan dan mudik Nataru,” katanya.
Baca Juga:
Libur Nataru 2026, Pemerintah Beri Diskon Tiket Kereta Api 30 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Agus menyampaikan evaluasi sementara arus mudik Nataru. Hingga saat ini, tercatat sekitar 201 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta menuju Sumatra dan wilayah Trans Jawa melalui jalan tol.
Ia juga menyebut tren keselamatan lalu lintas menunjukkan perbaikan. Data Korlantas mencatat angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru mengalami penurunan signifikan.
“Fatalitas kecelakaan lalu lintas turun sebesar 23,23 persen dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi arus balik, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan di jalan tol, jalur arteri, penyeberangan, hingga kawasan wisata, agar mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan aman dan tertib.
“Seluruh langkah ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati libur Nataru dengan rasa aman dan nyaman,” pungkas Agus.
(Budis)











