KPK: Ada Dugaan Dana Korupsi Haji Mengalir ke Pansus Haji DPR

KPK Amankan 13 Orang dalam OTT Bupati Ponorogo. Ketua KONI KPK
Gedung KPK (Ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan aliran dana dari pungutan fee atau commitment fee calon jemaah haji khusus yang digunakan untuk mengkondisikan Panitia Khusus (Pansus) penyelenggaraan haji di DPR RI.

Dana tersebut diduga berasal dari praktik pengumpulan biaya tambahan kepada jemaah haji khusus yang dilakukan melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel haji. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka.

Dugaan Manipulasi Kuota Haji

KPK menjelaskan, kasus ini bermula dari dugaan perubahan komposisi pembagian kuota haji tambahan. Awalnya kuota tambahan tersebut seharusnya dibagi dengan porsi 92 persen untuk jemaah reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

Namun, komposisi itu diduga diubah menjadi 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk haji khusus. Perubahan ini membuat jumlah kursi haji khusus meningkat signifikan.

Selain itu, pengisian kuota tambahan haji khusus juga disebut tidak mengikuti nomor urut nasional. Kuota tersebut justru diisi berdasarkan usulan dari PIHK atau biro perjalanan haji.

Fee Hingga Rp84 Juta per Jemaah

Dalam proses pengisian kuota tambahan haji khusus tahun 2023, KPK menduga adanya permintaan fee sekitar 4.000 hingga 5.000 dolar AS kepada PIHK atau travel haji.

Biaya tersebut setara dengan sekitar Rp67,5 juta hingga Rp84,4 juta per jemaah dan akhirnya dibebankan kepada calon jemaah haji khusus.

Menurut KPK, pengumpulan fee ini diduga dikoordinasikan oleh staf khusus Menag saat itu, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

Ketika muncul informasi bahwa DPR akan membentuk Pansus Haji pada Juli 2024, Gus Alex disebut sempat memerintahkan pengembalian uang fee yang telah terkumpul kepada asosiasi PIHK atau travel haji.

Baca Juga:

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Ditahan

Dana Diduga Dipakai untuk Kepentingan Lain

Namun, KPK menduga tidak semua uang tersebut dikembalikan. Sebagian dana disebut masih tersimpan dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta upaya mempengaruhi pembentukan Pansus Haji di DPR.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut dugaan tersebut terungkap dari hasil penyidikan yang dilakukan lembaganya.

“Uang hasil pengumpulan fee tersebut juga diduga digunakan untuk mengkondisikan Pansus Haji yang diketahui oleh YCQ,” kata Asep dalam konferensi pers.

Penggeledahan dan Barang Bukti

Dalam proses penyidikan, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah Yaqut Cholil Qoumas di kawasan Condet, Jakarta Timur. Selain itu, penyidik juga menggeledah kantor travel haji dan umrah di Jakarta, rumah aparatur sipil negara Kementerian Agama di Depok, hingga ruang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen, barang bukti elektronik, kendaraan roda empat, hingga aset properti.

Kerugian Negara Rp622 Miliar

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp622,09 miliar akibat kasus dugaan korupsi kuota tambahan haji untuk penyelenggaraan tahun 2023 dan 2024.

Saat ini, KPK telah menahan Yaqut Cholil Qoumas selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan, sementara penyidik terus mendalami aliran dana serta pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Apa Sih Speeding Motor? Ini Artinya, Bikers Wajib Tahu!

2

Iphone Inter Itu Apakah Original? Simak Penjelasannya!

3

Lirik Lagu Laut - Midnight Serenade, OST Perayaan Mati Rasa

4

Tips Merawat Pakaian Putih, Hindari Plastik!

5

Tips Membangun Hubungan Baik dengan Kakek-Nenek di Film How To Make Millions Before Grandma Dies
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg