BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mencatat prestasi gemilang di bidang kesehatan setelah memenangkan ajang Islamic Medical Scientific Competition and Collaboration Seminar Organized (IMSCOBI) 2025.
Dua mahasiswa tersebut yakni M. Ibaness Maula Ardinata dari Fakultas Kedokteran dan Nabila Fariha Hanim dari Fakultas Farmasi meraih juara pertama sekaligus penghargaan Best Essay pada kompetisi ilmiah yang digelar oleh Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Karya ilmiah mereka berjudul Optimalisasi Kelangsungan Cangkok CiPSCs Sel Islet Pankreas melalui Nanoenkapsulasi Layer-by-Layer Kolagen dan Partikel Imunosupresan Non-Sistemik sebagai Terapi Diabetes Melitus Tipe 1 dalam Perspektif Islam menawarkan inovasi pengobatan alternatif bagi penderita diabetes melitus tipe 1.
Dalam risetnya, kedua mahasiswa tersebut mengusulkan metode transplantasi sel punca (stem cell) sebagai solusi untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara alami. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi terapi penyembuhan total tanpa ketergantungan pada suntikan insulin seumur hidup.
Untuk mengoptimalkan proses transplantasi, tim menerapkan teknologi nanoenkapsulasi layer-by-layer kolagen, yakni pelapisan kolagen berlapis sebagai pelindung sel hasil cangkok agar lebih tahan lama di tubuh pasien. Selain itu, mereka juga menambahkan partikel imunosupresan non-sistemik guna mengurangi risiko efek samping dan toksisitas pasca pencangkokan.
“Teknologi ini memperpanjang daya tahan sel punca dalam tubuh dan menurunkan frekuensi kebutuhan insulin pasien,” kata Nabila, melansir laman Unair.
Meski masih berupa rancangan konseptual, inovasi ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam pengobatan diabetes melitus tipe 1. Keduanya menilai, penelitian mengenai penerapan sel punca untuk pengobatan penyakit ini masih jarang dilakukan di Indonesia.
Baca Juga:
Teh Kelor dan Tepung Jagung Sehat, Inovasi Mahasiswa Itera yang Siap Go Publik
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
“Kami berharap gagasan ini bisa menjadi awal kemajuan riset bioteknologi di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada inovasi luar negeri,” kata Ibaness.
Karya ilmiah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Universitas Airlangga dalam mendorong kontribusi mahasiswa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan. Inovasi ini juga sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur berkelanjutan.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











