JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Aktris Aurelie Moeremans mengambil langkah berani dengan membuka sisi paling gelap dan traumatis dalam memoar berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Berikut link gratis buku Broken Strings lengkap versi bahasa Indonesia dan Inggrio
Aurelie memberikan akses penuh dan gratis kepada siapa saja yang ingin membaca kisah hidupnya lewat buku Broken Strings.
Keputusan ini sontak mengundang perhatian luas karena isi buku tersebut memuat pengakuan personal yang sangat sensitif, mulai dari manipulasi emosional, kontrol berlebihan, isolasi, hingga dugaan kekerasan dalam hubungan yang dialaminya sejak usia muda.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @aurelie, sang aktris secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk berbagi cerita. Ia bahkan menyematkan tautan unduhan langsung menuju versi digital buku tersebut melalui Linktree di bio akun Instagramnya, membuat publik bisa mengaksesnya tanpa biaya.
Dua Versi Bahasa, Dibuka untuk Semua
Aurelie menyediakan dua versi buku memoarnya. Versi Bahasa Indonesia berjudul “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah”, serta versi Bahasa Inggris dengan judul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Keduanya dapat diakses secara bebas oleh publik.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus pernyataan sikap. Alih-alih menjual kisah traumanya, Aurelie memilih membuka ruang empati dan pemahaman, terutama terkait isu grooming dan kekerasan dalam hubungan yang masih kerap dianggap tabu.
Link Download Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth:
- Versi Bahasa Indonesia: “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah” – dapat diakses melalui link: https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view
- Versi Bahasa Inggris: “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth” – dapat diakses melalui link: https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view
Sosok “Bobby” dan Dugaan Masa Lalu
Dalam buku tersebut, Aurelie menyamarkan sosok pria dewasa yang diduga menjadi pelaku manipulasi dan kekerasan dengan nama “Bobby”. Meski tidak menyebut identitas secara eksplisit, publik dengan cepat mengaitkan karakter tersebut dengan mantan suaminya, Roby Tremonti.
Spekulasi ini muncul karena sebelumnya Aurelie pernah mengungkap bahwa dirinya dipaksa menikah di usia 18 tahun, serta sempat menyinggung dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui media sosial.
Riwayat tersebut membuat nama Roby kembali mencuat seiring rilis buku ini.
Namun hingga kini, Aurelie tetap konsisten tidak menyebut nama secara langsung, memilih fokus pada pengalaman dan dampak psikologis yang ia alami, bukan pada sensasi atau tudingan terbuka.
Baca Juga:
Broken Strings, E-book Aurelie Moeremans yang Viral Dibicarakan Netizen
Akun Madun Dibanjjri Komentar Netizen Usai Viral Pernyataan Ohim soal Istri Jadi IRT
Dari Korban Menjadi Penyintas
Lebih dari sekadar memoar, “Broken Strings” menjadi simbol transformasi Aurelie Moeremans. Buku ini menggambarkan perjalanan panjangnya dari seorang remaja yang terperangkap dalam hubungan penuh kontrol, hingga akhirnya mampu keluar dan mengambil alih kendali atas hidupnya sendiri.
Dengan membagikan buku ini secara cuma-cuma, Aurelie menegaskan bahwa narasi hidupnya kini sepenuhnya berada di tangannya. Ia tidak lagi berbicara sebagai korban yang dibungkam, melainkan sebagai penyintas yang memilih bersuara.
Langkah ini pun menuai simpati luas dari warganet. Banyak yang memuji keberanian Aurelie, sekaligus menyebut buku tersebut sebagai bacaan penting untuk memahami bahaya grooming, relasi kuasa, dan kekerasan emosional yang kerap luput dari perhatian.
Kini, “Broken Strings” dapat diakses oleh siapa saja yang ingin memahami perjalanan seorang perempuan menghadapi luka masa lalu, bangkit, dan berdamai dengan dirinya sendiri. Sebuah kisah yang menyakitkan, namun juga penuh makna.
(Dist)