JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Keputusan Arne Slot menurunkan tim lemah saat Liverpool tersingkir dari ajang Carabao Cup menuai kecaman tajam. Pelatih asal Belanda itu dianggap “mencari masalah” setelah memilih menurunkan banyak pemain muda dalam laga kontra Crystal Palace di Anfield, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB.
Liverpool kalah telak 0-3 dari Palace, hasil yang memperpanjang tren buruk mereka dengan lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik dengan catatan terburuk klub sejak tahun 1953.
Rotasi Ekstrem di Tengah Krisis Performa
Dalam laga tersebut, hanya Milos Kerkez yang mempertahankan tempatnya dari pertandingan sebelumnya melawan Brentford. Sisanya, Slot menurunkan campuran pemain pelapis dan tiga remaja akademi yang minim pengalaman di tim utama.
Keputusan itu berujung fatal. Crystal Palace tampil dominan dan mencetak tiga gol melalui Ismaila Sarr (dua gol) dan Yeremy Pino, memastikan langkah Liverpool terhenti di babak keempat.
Kekalahan ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap arah kebijakan rotasi Arne Slot, yang sebelumnya sempat menuai pujian di awal musim.
Kritik dari Eks Striker Liverpool
Mantan striker The Reds, Dean Saunders, melontarkan kritik keras terhadap keputusan Slot. Menurutnya, sang manajer belum menemukan formula terbaik karena skuad Liverpool kini dipenuhi pemain baru hasil belanja besar-besaran musim panas lalu.
“Dia seperti sengaja mencari masalah dengan memilih tim seperti itu,” ujar Saunders melansir talkSPORT, Jumat (31/10/2025).
“Begitu saya melihat susunan pemainnya, dua hal langsung muncul di kepala saya: apakah dia sengaja ingin tersingkir dari piala, atau sedang menatap lima laga berikutnya.”
Saunders menilai Slot masih kebingungan menentukan sebelas terbaik karena memiliki terlalu banyak opsi.
“Dia punya terlalu banyak bahan dan belum tahu resep yang tepat. Kadang manajer menemukan formula lewat keberuntungan, kadang lewat perhitungan matang. Slot tampaknya masih kehilangan arah,” katanya.
Bandingkan dengan Arteta
Saunders juga menyoroti perbedaan pendekatan dengan Mikel Arteta di Arsenal. Dalam laga yang sama, Arsenal menang 2-0 atas Brighton dengan strategi rotasi yang lebih seimbang.
“Lihat Arteta. Ia menempatkan pemain berpengalaman seperti Bukayo Saka di bangku cadangan. Ketika situasi sulit, Saka masuk dan mencetak gol. Itu cara yang cerdas. Tapi Slot menurunkan skuad seperti tim U-23 melawan lawan sekuat Palace,” ujarnya.
Setelah tersingkir dari Carabao Cup, Liverpool kini duduk di posisi ketujuh klasemen sementara Premier League. Jadwal berat menanti mereka, termasuk laga melawan Aston Villa akhir pekan ini, kemudian Real Madrid di Liga Champions (4 November), serta Manchester City (9 November).
Jika hasil buruk berlanjut, keputusan Arne Slot melakukan rotasi ekstrem ini bisa menjadi bumerang yang mengguncang posisinya sebagai pelatih Liverpool.
Slot memang berharap kebijakan rotasi dapat memberi efek positif jangka panjang, namun bagi para pendukung dan legenda klub, kesabaran tampaknya mulai menipis.
(Dist)











