JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Juara Liga Inggris musim lalu, Liverpool tengah menghadapi masa sulit pada musim 2025/2026. Alih-alih bersaing di papan atas, The Reds justru terdampar di posisi delapan klasemen sementara.
Padahal manajemen klub sudah menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad. Duo rekrutan mahal, Alexander Isak dan Florian Wirtz, bahkan masuk dalam daftar transfer termahal sepanjang sejarah Liga Inggris. Namun performa tim justru jauh dari harapan.
Situasi semakin memburuk karena Mohamed Salah, yang musim lalu tampil dominan, kali ini menunjukkan penurunan performa.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, bahkan sampai mencadangkannya dalam beberapa pertandingan terakhir. Keputusan itu memicu kekecewaan dari sang megabintang.
Salah mengaku ada pihak yang berusaha menjadikannya kambing hitam atas keterpurukan Liverpool.
“Saya rasa sangat jelas bahwa seseorang ingin menyalahkan saya. Saya tidak menerima situasi ini,” ujar Salah kepada TV2, Minggu (7/12/2025).
Ia menyatakan, bahwa kontribusinya selama bertahun-tahun tidak sebanding dengan perlakuan yang diterimanya musim ini.
“Saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub ini. Saya tidak tahu kenapa saya duduk di bangku cadangan. Rasanya seperti klub melempar saya ke bawah bus,” ucap pemain 33 tahun tersebut.
Baca Juga:
Komentar Salah juga menyinggung retaknya hubungan dengan manajer Arne Slot. Menurutnya, sejumlah janji klub pada awal musim tidak pernah terealisasi.
Ia merasa hubungan baiknya dengan Slot menghilang secara tiba-tiba tanpa penjelasan.
Salah mengungkap bahwa ia telah meminta ibunya hadir pada laga kandang Liverpool berikutnya melawan Brighton, yang mungkin menjadi pertandingan terakhirnya di Anfield. Ia menambahkan, setelah membela timnas Mesir di Piala Afrika, belum tentu ia kembali ke Liverpool seperti biasanya.
“Dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu. Saya tidak menerima situasi ini dan saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub,” ucapnya.
Lebih jauh, Salah menilai pihak klub tidak memberikan perlindungan yang cukup. Ia merasa diperlakukan sebagai sumber masalah atas performa buruk tim.
“Saya merasa seperti sedang dilempar ke bawah bus, seolah-olah sayalah masalahnya. Tapi saya tidak percaya itu benar. Saya ingin dihormati,” tegasnya.
(Dist)











