Mahasiswa KKN Unair Edukasi Cegah Stunting Lewat Puding Daun Kelor di Gresik

stunting
(Foto: Cantika)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Upaya pencegahan stunting berbasis pemanfaatan pangan lokal terus digencarkan di tingkat desa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga mengambil peran aktif dengan menggelar demonstrasi pembuatan Puding Daun Kelor di Posyandu Pos Dahlia RT 6, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menyasar kelompok rentan stunting, mulai dari ibu hamil, orang tua balita, hingga lansia. Melalui metode praktik langsung atau live cooking, mahasiswa memperagakan cara mengolah daun kelor menjadi puding bernutrisi yang memiliki rasa lebih ramah bagi anak-anak, khususnya balita yang kerap mengalami kesulitan makan atau picky eater.

Penggagas kegiatan, Lubna Wijayanti, menjelaskan bahwa daun kelor dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi dan mudah dijumpai di lingkungan sekitar warga. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas sebagai sayuran pendamping lauk.

“Kami ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa kelor bukan hanya sayur tradisional, tetapi bisa diolah menjadi camilan sehat yang disukai anak-anak. Kandungan zat besi, kalsium, dan protein pada kelor sangat baik untuk mendukung pemenuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Lubna, dikutip dari laman resmi UNAIR, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:

Mencegah Anak Stunting dengan 7 Makanan Lokal

Selain aspek edukasi gizi, kegiatan ini juga menekankan kemandirian keluarga dalam memanfaatkan potensi pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi dan ekonomis. Mahasiswa memperlihatkan proses pengolahan yang sederhana agar dapat dengan mudah diterapkan oleh warga tanpa bergantung pada bahan mahal.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, seperti minimnya peralatan masak dan ketiadaan lemari pendingin di lokasi posyandu, tim mahasiswa tetap menjalankan kegiatan secara optimal. Mereka menyiasatinya dengan menggunakan styrofoam box berisi es batu untuk menjaga kualitas puding hingga siap dikonsumsi.

Kolaborasi dengan bidan desa turut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran tenaga kesehatan memastikan pesan edukasi gizi tersampaikan secara tepat sasaran, terutama kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 20 peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya gizi seimbang, tetapi juga keterampilan baru dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan bernilai gizi tinggi. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru