SURAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya literasi gizi masyarakat Indonesia, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Raihan Arrasyid, mengembangkan sebuah inovasi aplikasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama NutriTone.
Aplikasi NutriTone dirancang untuk membantu masyarakat memahami kandungan gizi makanan secara praktis dan personal hanya dengan memindai foto makanan melalui kamera ponsel. Melalui teknologi AI, aplikasi ini mampu menganalisis kandungan nutrisi, jumlah kalori, serta potensi risiko kesehatan, sekaligus memberikan rekomendasi otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“NutriTone dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya literasi gizi di masyarakat Indonesia,” ujar Raihan saat melalui keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Kolaborasi Lintas Kampus
Dalam pengembangannya, Raihan berkolaborasi dengan tim lintas perguruan tinggi dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Brawijaya (UB), Poltekkes Kemenkes Surabaya, Universitas Cendekia Mitra Indonesia (UNICIMI), serta Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Kolaborasi ini memperkuat NutriTone tidak hanya dari sisi teknologi dan kesehatan, tetapi juga dari aspek desain visual dan komunikasi aplikasi.
Baca Juga:
SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia
Dukung SDGs Poin Kesehatan
Raihan menjelaskan bahwa inovasi NutriTone selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-Being. Melalui pendekatan digital, aplikasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.
Selain itu, NutriTone juga membuka peluang kolaborasi lintas profesi, khususnya dengan ahli gizi, dokter, dan tenaga kesehatan, sehingga berpotensi memperkuat ekosistem kesehatan digital berkelanjutan di Indonesia.
Sabet Empat Penghargaan Internasional
Gagasan inovatif NutriTone dipresentasikan dalam SDGs Pitch Competition, yang merupakan bagian dari rangkaian International Youth Excursion Network (IYEN) #20 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ini merupakan ajang inovasi produk digital berbasis SDGs yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari 38 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan proses penilaian berjenjang mulai dari seleksi esai inovasi, pemantauan perancangan proyek, hingga presentasi langsung di hadapan dewan juri. Penilaian mencakup kualitas ide, ketepatan solusi, kekuatan data, serta kemampuan komunikasi peserta.
Melalui NutriTone, Raihan bersama timnya berhasil meraih empat penghargaan sekaligus, yaitu:
- 1st Best Project Innovation
- 2nd Best Presentation
- 3rd Best Video Innovation
- Best Team
Pengumuman esai inovasi terpilih dilakukan melalui email pada 17 November 2025, sementara pemenang utama diumumkan secara langsung di International Youth Center, Malaysia, pada 14 Januari 2026.
Atas prestasi tersebut, Raihan dan tim menerima medali emas dan sertifikat untuk kategori 1st Best Project Innovation, serta piagam penghargaan untuk kategori lainnya.
Peran Psikologi dalam Inovasi
Raihan mengungkapkan bahwa latar belakang keilmuan Psikologi memiliki peran penting dalam pengembangan NutriTone, mulai dari perumusan ide, strategi presentasi, hingga pembuatan video inovasi.
“Pendekatan psikologis sangat membantu dalam membangun daya tarik gagasan, komunikasi persuasif, kekompakan tim, dan kepercayaan diri selama kompetisi,” ujarnya.
Ia pun mengaku bersyukur atas capaian tersebut, terlebih karena ajang ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi internasional.
“Alhamdulillah, bisa meraih empat penghargaan sekaligus, termasuk Best Team, menjadi pengalaman yang sangat membanggakan dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tutup Raihan.











