BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Tim Made berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Teknologi Tepat Guna (LKTTG) Kabupaten Sidoarjo 2025 melalui inovasi alat pengendalian hama bernama Pest Light Ultrasonic Trap Optimization (PLUTO).
Tim ini diketuai oleh Nasiruddin Alburhan, dengan anggota Nur Alamsyah dan Alfito Argi Pambudi, seluruhnya dari Program Studi Teknik Mesin. Mereka dibimbing oleh Dr Prantasi Harmi Tjahjanti SSi MT.
Solusi Hama Padi yang Ramah Lingkungan
PLUTO dikembangkan untuk membantu petani menghadapi serangan hama penggerek batang padi dan tikus sawah yang selama ini merugikan sektor pertanian di Jawa Timur. Alat ini memadukan empat teknologi sekaligus: feromon seks, light trap LED biru, rotary trap mekanis, serta gelombang ultrasonik, semuanya didukung energi surya sebagai sumber utama daya.
“Awalnya inovasi ini kami kembangkan karena keprihatinan terhadap tingginya serangan hama yang menyebabkan penurunan hasil panen,” ujar Nasiruddin, dikutip dari laman Umsida, Kamis (4/12/2025).
Juri menilai PLUTO unggul karena menggabungkan efisiensi teknis dengan keberlanjutan ekologis. Badan alat dibuat dari bahan PETG hasil 3D printing, yang lebih ringan dan dapat memanfaatkan limbah plastik.
Didukung Riset Mendalam dan Fasilitas Kampus
Pengembangan PLUTO dilakukan melalui proses riset berlapis, mulai dari studi literatur, perancangan digital, perakitan elektronik, hingga uji coba mikro untuk menguji daya tangkap serangga dan efektivitas ultrasonik.
Dukungan dosen pembimbing serta fasilitas laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi Umsida membuat inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diuji efektivitasnya.
“Dukungan teknis dan fasilitas kampus sangat membantu kami mempersiapkan kompetisi dengan matang,” kata Nasiruddin.
Baca Juga:
BOBIBOS, Bahan Bakar Merah Putih Ramah Lingkungan Karya Anak Bangsa
Potensi Dampak Besar Bagi Petani
PLUTO diproyeksikan mampu mengurangi penggunaan pestisida hingga 30–40%, menekan kerusakan padi, dan meningkatkan kualitas gabah. Sasaran pengguna meliputi petani padi, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian.
Setelah meraih juara, tim telah menyiapkan sejumlah pengembangan, antara lain:
- Integrasi sistem IoT untuk memantau tangkapan hama secara real-time
- Desain yang lebih ringan dan murah
- Pengembangan versi komersial
- Uji lapangan berskala luas bekerja sama dengan dinas pertanian
Inovasi yang Siap Diterapkan di Sawah Petani
Menurut Nasiruddin, kemenangan di LKTTG menjadi motivasi besar untuk terus menghadirkan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami ingin PLUTO bukan hanya berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi benar-benar hadir di sawah-sawah petani,” tegasnya.
Ia berharap inovasi yang dikembangkan generasi muda dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks.
“Generasi muda harus berani terlibat langsung, melakukan riset, dan menciptakan solusi melalui inovasinya,” tutupnya.
(Budis)











